Nasional

Generasi Literasi, Bocah Ini Berkeliling Menggunakan Sepeda Butut dan Kotak Bekas untuk Tempat Buku

Dony, literator cilik sedang menata koleksi bukunya di kotak bekas minuman ringan pada sepeda BMX Pustaka di rumahnya Desa Negeriagung, Gunungpelindung, Lampung Timur (Lampungnews.com/Sugeng)

Bandarlampung, Lampungnews.com – Khoirul Alfine Romadhony (11) bocah dari Desa Negeriagung, Kecamatan Gunungpelindung, Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu sosok inspiratif berikutnya, sebagai pegiat literasi bergerak masa depan untuk ikut bersumbangsih dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Meski dengan segala keterbatasan, semangat dan perjuangannya dalam meningkatkan kesadaran pentingnya literasi sangat tinggi untuk anak seusianya. Dony hanya menggunakan sepeda BMK butut warna merah untuk berkeliling sebagai armada pustaka.

“Dony hanya memiliki 20 koleksi buku dan menggunakan kotak bekas minuman ringan untuk tempat bukunya yang diikat di boncengan sepedanya,” kata pegiat literasi pustaka bergerak Roda Andalas, Sugeng Haryono, Jumat (8/9/17).

Kemarin, Sugeng menyambangi kediaman Dony di Desa Gunung Terang karena sangat tersentuh oleh kegigihannya dalam menyebarkan virus literasi sehingga ikut mendukung penuh dengan menambah koleksi buku-buku yang dia bawa saat berkeliling di wilayah itu.

Namun, yang lebih menyentuh lagi Dony hanya menggunakan sepeda butut dan menggunakan sandal yang dipakainya untuk mengerem mengurangi laju sepeda pustaka itu.

“Saya sempat bertanya, kalau ‘ngerem‘ dia memakai sandalnya,” kata Sugeng.

Pegiat literasi pustaka bergerak Roda Andalas, Sugeng Haryono saat menyambangi kediaman Dony dan foto bersama BMX Pustaka di Desa Negeriagung, Gunungpelindung, Lampung Timur (Lampungnews.com/Sugeng).

Menurut Sugeng, pihaknya akan menyuport penuh BMX Pustaka tersebut.  Selain itu bocah dari tiga bersaudara itu juga merupakan murid cerdas dan berprestasi di sekolahnya yang selalu mendapat juara I dan ketua di kelasnya.

Dony juga bercita-cita ingin bertemu dengan Presiden Jokowi yang terinspirasi dari kisah Sugeng Haryono yang diundang ke Istana Negara bersama Motor Pustakanya, dan sampai saat ini dukungan berbagai pihak terus mengalir untuk kegiatan pustaka bergerak ini.

Selain itu, Sugeng berniat mengajak anak tersebut untuk ikut terlibat dalam setiap kegiatan literasi seperti deklarasi gerakan literasi penuh membaca dan menulis selama 15 menit di Rumah Baca Akar Raja Baca Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. (Cris)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top