Bandar Lampung

BBPOM Temukan Daging Tak Berlabel di Hypermart

Tim gabungan melakukan pemusnahan daging yang tak berlabel pada sidak Hari Natal dan Tahun Baru di Hypermart, Kamis (7/12). (Lampungnews.com/El Shinta)

Bandarlampung, Lampungnews.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandarlampung menggelar inspeksi mendadak (sidak) disejumlah supermarket, Kamis (7/12). Sidak ini dilakukan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Dari pantauan di lapangan, tim gabungan BBPOM bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, dan Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) memeriksa makanan di Hypermart Central Plaza, Tanjungkarang. Hasilnya, salah satu produk makanan beku yakni spicy wing dimusnahkan di tempat.

Menurut petugas, makanan tersebut tidak layak dikonsumsi. Selain warnanya yang telah berubah, pihak Hypermart juga tidak bisa menunjukkan label kemasan pada produk spicy wings yang dijual. Petugas tim gabungan meminta seluruh produk spicy wings yang ada dimusnahkan dengan cara disiram menggunakan air kotor dan cairan pembersih lantai.

Pihak Hypermart, Juliansyah selaku Supervisor, mengaku tidak tahu menahu soal produk spicy wings tersebut lantaran berasal dari Jakarta.

“Sebenarnya produk itu asalnya dari Jakarta, sebelum produknya masuk sebenarnya kita ada sertifikatnya. Cuma sertifikatnya ada sama kami, saya masih coba print, produk yang masuk di Jakarta baru di oper ke toko. Nanti saya akan minta sertifikatnya ke pusat,” katanya.

Sementara, Kepala BBPOM Bandarlampung, Syamsuliani mengatakan, pihaknya akan memanggil pemilik Hypermart atas hasil sidak ini. Sebab, Hypermart sudah berulang kali tercatat oleh petugas menjual produk yang tidak disarankan.

“Tadi kita temukan makanan berupa daging yang seharusnya sesuai dengan aturan, tapi ternyata tidak. Kita akan panggil pemiliknya, karena tahun lalu ada juga ditemukan hal yang sama, masak tiap tahun ada? Makanya saya panggil pemiliknya, karena yang buat surat pernyataan berbeda tiap tahunnya,” ujarnya.

Syamsuliani mengungkapkan, jika tidak ada perubahan dari pihak Hypermart maka pihaknya akan melakukan sanksi tegas.

“Sanksinya berupa panggilan dan pembinaan, hingga peringatan keras berupa pengajuan ke pemerintah agar dicabut izinnya. Ini efek jera buat Hypermart agar mengikuti peraturan yang ada,” tegasnya. (El Shinta)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top