Bandar Lampung

Gas Metan Keluar, TPA Bakung Kebakaran

(Lampungnews.com/El Shinta)

Bandarlampung, Lampungnews.com – Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Telukbetung Barat, terbakar, Kamis (7/12) sekira pukul 14.00 WIB. Diduga api yang melumat sekira satu hektar lahan itu akibat kandungan gas metan yang menguap.

Dari pantauan di lapangan, asap tebal hitam membumbung tinggi dan dapat dilihat hingga radius lima kilometer lebih. Di lokasi, tiga unit supply water mobil pemadam kebakaran BPBD Kota Bandarlampung dibantu tangki pertamanan masih berjibaku memadamkan kobaran api meski langit sudah gelap. Satu alat berat traktor terlihat mendekat ke kobaran api untuk menekan kobaran api agar tidak meluas. Meski kobaran api masih besar, aktivitas pemulung tidak berhenti dan masih santai mengambil sampah tak jauh dari lokasi kebakaran.

Sarwito, salah satu petugas kebersihan mengatakan kebakaran terjadi sejak siang hari. Cuaca saat itu memang sangat terik. “Panas banget tadi siang, nggak lama gerimis itu, langsung percikan apinya keluar dan kebakaran seperti ini,” katanya di lokasi.

Sementara, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandarlampung, M. Rizki, mengatakan pihaknya baru mendapatkan informasi sekitar pukul 15.00 WIB. “Pas datang apinya sudah besar. Kita sekarang masih standby dengan empat mobil supply water, tapi bisa jadi ada tambahan dari Pertamanan, jadi bisa 10 unit,” jelasnya.

Rizki mengungkapkan, penyebab kebakaran diduga berasal dari gas metan yang menguap dan terkena papar sinar matahari yang terik. “Penyebab kebakaran diduga gas metan di dalam sampah, ini terjadi setiap tahunnya setiap musim kemarau. Gas metan itu kan berasal dari sampah lama dari lapisan paling bawah, jadi kalau kena panas menguap langsung berubah jadi api,” jelasnya.

Ia berharap api bisa segera padam, sebab lokasi kebakaran dekat dengan perkebunan milik warga. “Semoga bisa dipadamkan dan tidak merambat ke pemukiman warga,” tandasnya. (El Shinta)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top