Lifestyle

Ada ‘Harta’ Terpendam di Tulang Bawang

Salah satu miniatur candi yang berada di Cakat Raya, Tulang Bawang. (Lampungnews.com/Can)

Tulang Bawang, Lampungnews.com – Wisata budaya dan sejarah di Tulang Bawang seolah tersembunyi jauh di bawah tanah, bahkan tak pernah terdengar di kancah pariwisata lokal. Padahal, kabupaten ini memiliki ‘harta karun’ terpendam yang sangat berharga.

Lokasi wisata sejarah dan budaya itu berada di kawasan Cakat Raya, tepatnya di Kampung Menggala Cakatraya, Kecamatan Menggala Timur. Di kawasan ini, terdapat beberapa miniatur bangunan adat dari suku suku yang ada di Tulang bawang.

Tulang Bawang sejak zaman dahulu memang terkenal menjadi kawasan transmigrasi bagi banyak suku, selain suku Lampung Pepadun yang memang telah ada sejak dahulu, ada banyak suku lagi yang telah menetap di Tulang Bawang, sebut saja suku Minangkabau, Jawa, Sunda, Batak, Bali hingga etnis Tionghoa hidup berdampingan di Tulang bawang dengan baik sampai saat ini.

Karena itu, sebagai pewujudan penghargaan terhadap keberagaman yang ada di Tulang bawang, sekira tahun 2008 lalu dibangunlah kawasan wisata Cakat Raya yang berisikan bangunan adat dari suku suku yang ada di Tulang Bawang hingga miniatur Candi Prambanan pun ada.

Selain sebagai tempat wisata, lokasi ini juga pernah dijadikan tempat penyelenggaraan perayaan adat. Di kompleks seluas 3,5 hektare tersebut berdiri kokoh bangunan bangunan rumah adat seperti rumah adat Batak Toba, rumah Joglo (Jawa), dan rumah adat Minang (Sumatera Barat) lainnya.

Tak hanya itu, di kompleks wisata Cakat Raya tersebut, berdiri kokoh miniatur Candi Prambanan yang menghadap langsung ke Way Tulang bawang, menambah indahnya panorama kompleks wisata Cakat Raya itu.

Sekarang, candi seluas 9 x 10 meter dengan tinggi sekitar 12 meter itu menjadi sasaran bidikan swafoto anak-anak muda Tulang Bawang. Dan Bukan hanya warga Tulang bawang, warga luar Kabupaten yang melintas tak sedikit yang mampir untuk sekedar berswafoto atau pun beristirahat sejenak sembari melihat pemandangan dari kompleks wisata ini.

Andi (23) warga Kotabumi, Lampung Utara mengaku sengaja mampir ke kompleks wisata tersebut untuk berfoto sekaligus beristirahat.

“Sekalian istirahat mas. Saya tau dari Instagram, disitu kelihatan bagus pemandangannya,” terangnya sembari bergantian berfoto dengan rekan rekannya di miniatur Candi Prambanan, Senin (8/1).

Andi dengan 3 orang temannya yang akan menuju Unit II, Kecamatan Banjaragung itu sengaja mampir karena mengaku penasaran dengan panorama indahnya kompleks wisata yang langsung menghadap ke Way Tulang bawang itu.

“Baru pertama kali mas. Pemandangannya bagus, jembatan Cakat dan sungai Tulang bawang kelihatan jelas dari sini,” ungkapnya.

Kompleks wisata yang representatif dan edukatif untuk dijadikan tempat rekreasi tersebut juga tak begitu jauh dari lokasi sentra oleh oleh ikan asap khas Tulang bawang, hanya berjarak sekira 3 kilometer. Dan hanya berjarak sekira 4 kilometer dari Polres Tulang bawang.

Kedepannya, Pemerintah Kabupaten Tulang bawang berencana akan semakin mengembangkan kompleks wisata Cakat Raya ini sebagai tujuan wisata populer di Kabupaten Tulang bawang kedepan. (Can)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top