Nasional

Disebut ‘Partai Biang Kerok’, Ini Reaksi PDI Perjuangan

(PDI-Perjuangan.id)

Lampungnews.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belum berencana melaporkan Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif ke Kepolisian terkait pernyataan PDIP sebagai partai biang kerok.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengatakan, PDIP saat ini tengah mengkaji indikator pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Slamet.

“Kami lihat nanti indikator dugaan tindak pidana hukumnya di mana,” ujar Basarah di Wisma Kinasih, Depok, Minggu (28/1).

Basarah mengatakan, sejauh ini PDIP menilai pernyataan Slamet disampaikan bukan dalam kapasitasnya sebagai ulama di dalam PA 212, melainkan sebagai politikus. Hal itu terlihat dari pernyataan Slamet yang memojokkan PDIP tanpa bukti yang jelas.

Sebagai perwakilan PA 212, Slamet menurut Basarah seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan. Slamet dituntut untuk menyampaikan pernyataan yang membuat persatuan umat secara keseluruhan, bukan hanya terbatas pada agama tertentu atau kelompok tertentu.

“Kalau ulama tersebut tidak memberikan imbauan yang memperkuatukhuwah Islamiyah, Wataniyah, dan Basyariyah itu berarti sedang berpolitik. Bukan sedang menjalankan fungsinya sebagai ulama yang menegakkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Di sisi lain, Basarah menilai, PDIP sudah terbiasa menerima fitnah dan provokasi negatif dari banyak pihak. Kedua hal itu, kata dia, bagian dari kepentingan politik yang tidak berdasar.

Atas hal itu, Basarah berkata, PDIP akan memanfaatkan hal tersebut untuk meningkatkan elektabilitas. Hal itu dapat terealisasi, menurut Basarah, karena masyarakat Indonesia mudah berempati dengan pihak yang dizalimi.

“Masyarakat Indonesia ini melodramatis. Sangat berempati ketika ada orang maupun kelompok yang dizalimi. Nah kami percaya dengan dizalimi semacam ini, simpati rakyat akan terus mengalir dan memberikan dukungan, doa, dan restu bagi perjuangan PDIP,” ujar Basarah.

Sebelumnya, PA 212 menargetkan kekalahan PDIP serta mendukung soliditas Partai Gerindra, PKS, dan PAN yang mereka sebut sebagai Koalisi 212.

Hal itu mengacu pada peta politik yang dirumuskan Rizieq Shihab dalam dokumen Resolusi Musyawarah Nasional Ulama, Tokoh, dan Aktivis 212. Sementara, Persaudaraan Alumni (PA) 212 adalah nama baru pengganti Presidium Alumni 212.

“Ada satu partai yang menurut kami jadi target utama untuk dikalahkan. Bagi kami partai tersebut biang kerok persoalan bangsa ini,” kata Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif di Jakarta Selatan, Sabtu (27/1).

Slamet tidak menyebut secara langsung nama PDIP. Namun ia memberi kisi-kisi bahwa partai yang dimaksud adalah partai penguasa saat ini dan berwarna merah. (*)

 

Sumber : cnnindonesia.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: