Nasional

Ngabalin Sebut Mudik Lancar, Faktanya Cipali Macet 42 Kilometer

Antrean kendaraan di Tol Cipali (foto : antara)

Bandarlampung, Lampungnews.com –Kelancaran mudik lebaran melalui jalur darat, terutama Tol Trans Jawa, diklaim sejumlah pihak lancar, dan menyangkutkan kelancaran mudik kali ini dengan Pilpres 2019, yakni Presiden Joko Widodo dua periode.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tak menampik kelancaran mudik tahun ini akan dikaitkan dengan politik. Namun, ia menilai apresiasi tersebut muncul lantaran masyarakat merasakan kerja dari Jokowi.

“Ya kalau ada masyarakat yang ada punya apresiasi, enggak boleh tidak, ini harus dua periode, orang baik kerja, orang jujur, beliau menepati janjinya,” kata Ngabalin dikutip dari kumparan, Rabu (13/6).

Cipali Macet 42 Kilometer

Namun, faktanya kemacetan panjang terjadi di ruas Tol Cikopo – Palimanan atau Cipali, Rabu siang, 13 Juni 2018, bertepatan pada H-2 Lebaran yang merupakan puncak mudik fase II. Berdasarkan data pantauan Posko Angkutan Lebaran 2018 Kementerian Perhubungan, total panjang kemacetan di ruas tol tersebut mencapai 42 kilometer dari panjang tol yang mencapai 116,7 kilometer

Ketua Harian Posko Direktorat Jenderal Hubungan Darat, Nurhadi Unggul Wibowo menjelaskan, total panjang kemacetan tersebut merupakan hasil akumulasi dari kemacetan di sejumlah ruas jalan mendekati rest area di sepanjang Tol Cipali. Mulai dari KM 13 hingga KM 86.

“Jadi, kalau info Jasa Marga tadi itu macetnya dari KM 13 sampai rest area KM 39, kemudian macet lagi KM 47 sampai KM 57, karena ada rest area, kemudian macet lagi KM 68 sampai KM 72, kemudian tersendat lagi hingga KM 86 merayap,” katanya saat ditemui di Posko Angkutan Lebaran Kemenhub, Rabu, 13 Juni 2018.

Pemudik juga mengalami kemacetan di ruas Tol Cikampek sejak malam hingga siang hari ini. Peningkatan kendaraan pada puncak arus mudik fase II ini terlihat dari antrean kendaraan di pintu Tol Cikarang Utama.

Titik kepadatan bahkan telah terjadi sejak KM 7 atau sekitar wilayah Jati Bening.

“Cikarut kemacetannya dari KM 21 sampai KM 41, antreannya 20 kilometer. Kecepatan rata-rata sampai 10 km per jam,” katanya dikutip dari viva.co.id

Sementara menurut Humas Jasa Marga, Irwansyah, dari data yang telah masuk ada peningkatan kendaraan yang jumlahnya mencapai 104 ribu kendaraan dari prediksi awal yang hanya 92 ribu kendaraan.

“Ada peningkatan 104 ribu kendaraan dari 92 ribu yang diprediksi awal. Kepada mulai terjadi sejak pagi,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top