Daerah

Ada yang Mengunggah ke Facebook, Gakkum KLHK Tangkap Pemburu Kijang untuk Hajatan dan Aqiqah

(Facebook Gakkum KLHK)u

Way Kanan, Lampungnews.com — Jhon Khan Khan, nama akun pengguna Facebook yang mengunggah foto hasil buruan berupa kijang yang telah mati dan membuat heboh dunia maya beberapa waktu lalu berhasil ditemukan dan dimintai keterangannya oleh tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Sabtu (26/10) lalu.

Setelah melakukan penyelidikan selama 3 hari oleh tim intelijen dan dengan petunjuk Kapolres Blambangan Umpu, tim memperoleh lokasi rumah pelaku yang berada di Kampung Gedung Jaya, Dusun Mati 3.

Tim kemudian bergerak meminta informasi dari Kepala Kampung dan perangkat desa lainnya. Dengan bantuan aparat kampung dan Polres Blambangan Umbu, John Khan Khan yang bernama asli Rahmat Junaidi berhasil diamankan dan dimintai keterangannya.

Berdasarkan keterangannya, Kijang yang difoto bersamanya bukanlah hasil buruannya, melainkan hasil buruan tetangganya, Helvy Arifullah, seorang petani kebun. Rahmat berdalih dirinya mengunggah foto bersama kijang di teras rumah Helvy hanya untuk iseng dan bergaya.

Setelah meminta keterangan dari Rahmat, tim kembali meminta keterangan dari Helvy, tetangga Rahmat. Pada saat kejadian, tanggal 19 Oktober, Helvy seusai berkebun membawa senapan angin untuk menembak tekukur. Saat pulang berkebun, Helvy melihat ada pergerakan di semak-semak. Mengira pergerakan itu berasal dari babi hutan yang biasa melintasi perkampungan, Helvy kemudian melepaskan tembakan. Helvy menyatakan terkejut melihat yg ditembaknya adalah kijang, bukan babi. Kijang tersebut kemudian dibawa ke rumahnya dan diletakkan di teras.

Hal inilah yang mengundang keramaian dari tetangga-tetangga Helvy, termasuk Rahmat Junaidi yang mengunggah fotonya di Facebook dan menjadi viral. Keesokan harinya kijang yang ditembak oleh Helvy disembelih dan dibuat hajatan untuk aqiqah anak kedua Helvy.

Setelah memperoleh keterangan, Tim Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera saat ini masih terus mengembangkan kasus dan mencari barang bukti. Direncakan tim akan segera melakukan gelar perkara untuk menuntaskan permasalahan ini. (*)

 

Sumber : Gakkum KLHK Wilayah Sumatera

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top