
Bandarlampung, Lampungnews.com – Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Raden Intan Lampung melakukan demonstrasi meminta DPRD Lampung dan DPR RI bertindak cepat mengatasi persoalan PT BNIL dan PT Semen Kendeng.
“Penindasan dan penindasan selalu tak henti menimpa kaum proletariat. Isak tangis di Indonesia, ratapan penduduk bumi pertiwi ini masih saja terjadi lalu apakah hanya diam di kala banyak sodara kita yang berada di wilayah Tulang Bawang menderita karna ketidakadilan yang dilakukan oleh PT BNIL serta ditindas di bumi pertiwi yang subur ini dan turut tumbuh subur pula ketidakmanusiaan disana,” kata Korlap Aksi, Joko dalam orasinya, Jumat (31/3) petang.
Demonstrasi dimulai dari Tugu Adipura dan dilanjutkan di depan gedung DPRD Provinsi Lampung. Massa aksi meminta DPR RI membuka mata hati melihat kondisi rakyat yang berada di bawah kaki Gunung Kendeng.
“Lalu apakah kita tetap diam melihat saudara-saudara kita dirampas haknya, dikriminalisasi dengan sebuah penuduhan yang tidak berprikemanusiaan, padahal mereka hanya meminta hak yang memang seharus nya mereka dapatkan, di sisi lain pun saudara-saudara di daerah Jawa Tengah tepatnya di bawah kaki Gunung Kendeng yang sama ditindas di rampas haknya oleh orang-orang yang tidak berprikemanusiaan, sehingga membuat mereka rela melakukan apapun untuk mendapatkan kembali hak nya,” katanya.
Oleh karena itu, PMII meminta DPRD Provinsi Lampung dan DPR RI segera bertindak cepat dan pro terhadap rakyat yang tertindas PT BNIL dan PT Semen Kendeng.
“Mencabut jeratan hukum terhadap masyarakat yang difitnah melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan serta meminta DPRD Provinsi Lampung untuk menyampaikan ke Presiden RI menghentikan agar operasional PT Semen Gendeng dan PT BNIL,” katanya. (Davit)
Koreksi bukan IAIN tetapi UINRIL