Sebuah kuburan dan pohon pisang yang ditanam di tengah Jalan Arjuna 38 A, Banjar Rejo, Batang Hari, Lampung Timur, mulai ramai diperbicangkan di media sosial. Kuburan dan pohon pisang ini sengaja dibuat warga sekitar sebagai sindiran kepada pemerintah atas rusaknya kondisi jalan yang sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir. (Lampungnews/El Shinta)
Lampung Timur, Lampungnews.com –Setelah viral di media sosial dengan wisata jeglongan sewu atau lubang seribu, kini warga 38 A, Bandar Rejo, Batanghari, Lampung Timur, yang‘berulah’. Kali ini, warga sekitar membuat kuburan dan menanam pohon pisang ditengah jalan berlubang di salah satu titik jalan 38 A.
Sebuah kuburan dan pohon pisang yang ditanam di tengah Jalan Arjuna 38 A, Banjar Rejo, Batang Hari, Lampung Timur, mulai ramai diperbicangkan di media sosial. Kuburan dan pohon pisang ini sengaja dibuat warga sekitar sebagai sindiran kepada pemerintah atas rusaknya kondisi jalan yang sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir. (Lampungnews/El Shinta)
Kuburan yang dibuat ditata seapik mungkin lengkap dengan nisan dan payung kertas serta taburan bunga segar. Di sampingnya, tak lupa pohon pisang setinggi lima meter ditanam.
Sebuah kuburan dan pohon pisang yang ditanam di tengah Jalan Arjuna 38 A, Banjar Rejo, Batang Hari, Lampung Timur, mulai ramai diperbicangkan di media sosial. Kuburan dan pohon pisang ini sengaja dibuat warga sekitar sebagai sindiran kepada pemerintah atas rusaknya kondisi jalan yang sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir. (Lampungnews/El Shinta)
Tak lupa secarik kertas bertuliskan “38 A menangis tersisihkan dalam politik dari oknum yang takkan peduli akan desa ini ??? Ratapan anak tiri PSK (Persatuan Setan Kuburan)”.
Kertas yang sengaja ditempelkan dikuburan dan pohon pisang di 38 A, Bandar Rejo, Batang Hari, Lampung Timur sebagai kritikan keras terhadap cueknya sikap pemerintah atas kondisi jalan tersebut. (Lampungnews/El Shinta)
Tak hanya di situ, warga yang ingin ‘menampar’ para pemangku kekuasaan pun turut membubuhkan papan bertuliskan “Kami mohon sedekahnya untuk perbaikan jalan 38 A”.
Sebuah kuburan dan pohon pisang yang ditanam di tengah Jalan Arjuna 38 A, Banjar Rejo, Batang Hari, Lampung Timur, mulai ramai diperbicangkan di media sosial. Kuburan dan pohon pisang ini sengaja dibuat warga sekitar sebagai sindiran kepada pemerintah atas rusaknya kondisi jalan yang sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir. (Lampungnews/El Shinta)
Alhasil, kreativitas warga ini kerap kali membuat kendaraan yang melintas terkejut. Tak jarang sopir mobil harus berhenti sejenak untuk memastikan tidak terperosok ke lubang yang tidak bisa terprediksi lantaran lubang tersebut digenangi air kecokelatan. (El Shinta)
Beberapa bocah bermain air kubangan di 38 A, Bandar Rejo, Batanghari, Lampung Timur, yang dipasangi pohon dan kuburan. Aksi ini merupakan sindiran untuk pemerintah yang terkesan cuek atas kondisi jalan yang rusak parah selama dua tahun terakhir tanpa ada perbaikan. (Lampungnews/El Shinta)