
Bandarlampung, Lampungnews.com – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mendorong percepatan pembangunan Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari rencana awal 20 tahun dipersingkat menjadi 10 tahun. Mulai 2018 Itera bakal mendapat kucuran dana Rp129 miliar.
Ridho Ficardo, di Bandarlampung, Selasa, mengatakan, percepatan pembangunan Itera yang berdiri di Jatiagung Lampung Selatan, merupakan satu dari delapan isu yang dibahas pada rapat terbatas Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
“Pada rapat tersebut, Ridho meminta Presiden memerintahkan percepatan pembangunan Itera,” kata dia.
Menurutnya, terlalu lama menunggu jika sampai 20 tahun agar Itera mampu menjadi perguruan tinggi mandiri yang berdaya saing global. Maka pada arapat terbatas itu presiden meminta percepatan pembangunan.
Sejak diresmikan pada 21 Mei 2014, Itera memiliki 13 program studi dengan total 3.299 mahasiswa. Awalnya, pembangunan Itera dirancang selama 20 tahun dengan daya tampung 50 ribu mahasiswa dan total dana yang dibutuhkan Rp5,5 triliun.
“Konsekuensinya dibutuhkan dukungan percepatan pembangunan sarana dan prasarana kampus untuk mendukung percepatan itu,” lanjut Ridho.
Menurut Rektor Itera Ofyar Z. Tamin permohonan percepatan pembangunan itu langsung mendapat respon dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Hanya sehari setelah rapat terbatas itu kami diundang ke Bappenas. Hasilnya, mulai 2018 Itera bakal mendapat kucuran dana Rp129 miliar. Selama ini, kucuran dana ke Itera tak lebih dari Rp5 miliar,” kata Ofyar Z. Tamin di Kampus Itera.
Konsekuensi percepatan itu, kata Ofyar, Itera harus menetapkan skala prioritas. Untuk itu, Itera menyiapkan tiga pusat riset unggulan yang terdiri dari berbagai program studi. Ketiga pusat riset unggulan ini berdasarkan kondisi Sumatera yang unggul di bidang pangan, energi, maritim, industri, dan pariwisata.
“Prodi yang dikembangkan Itera sesuai dengan prioritas pembangunan, tepatnya Nawa Cita ketujuh,” tutur Ofyar.
Percepatan pembangunan ini Itera dan Pemprov Lampung menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengembangkan Itera Astonomical Observatory seperti teropong bintang di Lembang Jawa Barat, yang bakal dibangun di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Pesawaran.
Pemprov Lampung juga membangun Itera Sport Center dan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun asrama mahasiswa berlantai lima pada 2017.
Lulusan Itera, menurut Ofyar, harus memiliki karakter yang berbeda dengan kampus lain. Lulusan harus memilik hardskill dan softskill seperti etika, empati, simpati, tegar, dan tidak cengeng.
“Sebagai perguruan tinggi baru, Itera punya peluang besar menciptakan lulusan berkarakter. Itu sebabnya, Itera menjadi pusat pengembangan mahasiswa berkarakter,” kata Ofyar