
Bandarlampung, Lampungnews.com – Suradi (60) warga Way Tuba, Way Kanan ditemukan tewas tergeletak di bawah jembatan layang Natar, Jumat (21/4) pagi. Suradi diketahui baru saja pulang melayat di Gedong Tataan, Pesawaran.
Keponakan Suradi, Sarwoedi (35) mengonfirmasi bahwa Suradi datang ke rumahnya di Way Layap, Gedong Tataan, Pesawaran untuk melayat orangtuanya yang meninggal dunia. “Yang meninggal dunia ayah saya, dia datang melayat,” katanya di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM).
Usai melayat, Suradi minta diantar ke rumah kerabatnya di Way Lima, Pesawaran. Tetapi, karena tidak bertemu dengan kerabatnya itu Suradi kembali pulang ke rumah Sarwoedi.
“Tidak lama itu, korban berpamitan untuk pulang namun akan mampir dulu ke Gading Rejo karena ada saudaranya. Saya juga meminta kepada keponakan saya untuk mengantar korban,” katanya.
Ia melanjutkan, dirinya tidak mengetahui bahwa siapa saudara yang akan dikunjungi korban di Gading Rejo. Karena, korban hanya mengatakan kepadanya bahwa ada saudara di sana.
“Korban cuma ngomong bahwa keluarganya banyak saudara termasuk di Gading Rejo yang bernama Toyib seorang mantan polisi. Tapi saya tidak tahu siapa Toyib bahkan rumahnya saya tidak tahu persis, karena korban adalah statusnya adik ipar dari bapak saya,” terangnya.
Ia menambahkan, dirinya tahu informasi tersebut dari seorang polisi yang menelponnya bahwa mengatakan korban ditemukan di Jembatan Layang, Natar dalam kondisi meninggal dunia.
“Sebelum dia (korban) pulang, saya sempat memberikan nomor handphone saya ke korban. Setelah itu saya tidak tahu lagi dan mendengar informasi bahwa korban telah meninggal dunia,” katanya.
Petugas Kamar Jenazah RSAM, Amri Malik mengatakan, korban diantar oleh pihak kepolisian dari Polsek Natar lada pukul 10.30 WIB. “Setelah kami lakukan visum, korban hanha mengalami luka lecet dibagian pelipis kanan dan pipi kanan,” katanya. (Adam)