
Bandar Lampung, Lampungnews.com – Siapa sangka rasa penasaran Al Maida Nayara Alzier (10) terhadap Slime bisa menjadi bisnis yang kini menggurita dan tersebar hampir di seluruh Nusantara dengan meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah perbulan.
Ditemui di salah satu sudut rumahnya di Jalan Arif Rahman Hakim, Bandarlampung, Kamis, Naya –begitu ia biasa disapa- sedang asyik bermain slime. Slime yang memiliki arti lendir berwarna-warni dan memiliki wangi segar seperti buah ini, memang tengah ‘booming’ di kalangan anak-anak hingga dewasa.
“Awalnya itu aku lihat kakak kelas bawa slime, aku tanya itu apa, kata dia itu slime. Terus aku coba main-main ternyata lucu karena teksturnya kenyal kayak jeli. Dari situ aku mulai hobi,” katanya, Kamis (11/5).
Rasa penasaran Naya pun semakin tinggi setelah melihat slime. Ia segera membuka jejaring berbagi Youtube untuk mengetahui cara membuat slime.
“Dari Youtube aku lihat cara buatnya. Bahannya itu lem, pewarna makanan, slime activator, dan essense untuk pewanginya. Sempat beberapa kali gagal, karena slime aku lengket. Tapi aku terus coba lagi, coba lagi akhirnya bisa,” jelasnya.
Naya Mengaku, saat pertama membuat slime dirinya bersembunyi dari pengawasan sang mama yang sempat tak setuju dengan aktivitasnya. Sebab, setiap kali membuat slime kamarnya bisa berubah menjadi kapal pecah.
“Pas pertamanya itu ngumpet buatnya, tiap hari minta Rp 50 ribu buat beli bahan-bahannya. Pernah ketahuan dengan Mama di kamar, lem dan pewarna itu berantakan,” ungkapnya.
Atas keuletannya, Naya berhasil membuat slime sendiri dan pertama kalinya dijual saat Market Day di sekolahnya. Dari sanalah, bisnis slime-nya mulai berkembang. Naya mulai rajin berkeliling saat bazaar di mall.
“Keliling-keliling mall ikut bazaar buat jualan slime ini. Sekarang sudah punya toko sendiri di Mal Boemi Kedaton (MBK) setahun yang lalu. Sekarang punya 14 karyawan untuk membantu membuat slime. Biasanya kalau pesanan sekitar 1 kilogram lebih aku yang buat sendiri, tapi kalau pesanannya sampai 50 kilogram aku dibantu sama karyawan,” jelasnya.
Naya menuturkan, dari keliling bazaar kini bisnis slimenya mulai menggurita lewat online dan memiliki toko di Mal Boemi Kedaton, Bandarlampung.
“Aku banyak jualannya di Instagram dan Tokopedia. Kalau tokonya ada di MBK, sudah buka sejak setahun yang lalu. Namanya Naya Store. Omzetnya sekarang sekitar Rp 100-150 juta sebulan,” katanya.
Naya menjelaskan, uang dari penghasilan berjualan slime ini sebagian ia sumbangkan untuk anak yatim piatu.
“Di belakang rumah aku itu ada masjid, di sana juz-amma dan iqro-nya sudah pada rusak, aku bantu mereka termasuk untuk anak yatim piatu,” ungkap anak bungsu Alzier Dhanies Thabrani ini.
Sementara, adik dari istri Alzier, Sefi Anggraeni, menuturkan meski keponakannya ini masih duduk dibangku kelas 4 SD, Naya sudah menjadi brand ambassador produk Yo! Yogurt.
“Jadi sambil keliling untuk slime-nya, Naya juga promosi Yo! Yogurt karena dia menjadi brand ambassadornya. Hari Sabtu (13/5) akan mengadakan meet and greet di MBK untuk mempromosikannya,” katanya. (El Shinta)