
Bandarlampung, Lampungnews.com – Lima produk pertanian karya akademisi Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) akan dipatenkan. Tiga diantaranya adalah produk pembasmi hama tanaman.
Dekan FP Unila Irwan S Banuwa mengatakan, kelima produk itu adalah pestisida organik. Kelima produk pertanian yang akan didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) itu yakni, Mikoriza Arbuskular, Organonitrofos, Metarex, Basigard, Tricobas 09.
“Jika dikomersialisasikan, para peneliti akan mendapatkan royalti dan bisa memberikan tambahan kesejahteraan buat para pengguna, perusahaan dan peneliti,” katanya beberapa waktu lalu.
Irwan menjelaskan, Mikoriza Arbuskular yang dikembangkan Dosen FP Maria Viva Rini bisa membuat tanaman tahan serangan penyakit oleh patogen tanah dan meningkatkan kemampuan dalam menyerap air pada kondisi tanah yang kering.
“Kemudian, meningkatkan laju fotosinstesis sehingga pertumbuhan tanaman optimal. Sudah diuji coba pada kelapa sawit dan kakao,” katanya.
Lalu Organonitrofos dikembangkan oleh Tim Universitas Lampung yang terdidi oleh Jamalam Lumbanraja, Dermiyati, Sugeng Triyono, dan Hanung Ismononno.
Sedangkan tiga produk pertanian lainnya adalah produk pembasmi hama tanaman yang dikembangkan dosen dari Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila. Ketiga produk itu adalah Tricobas 09, Bassigard, dan Metarex.
Ketua Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila, Purnomo mengatakan, Tricobas 09 (Joko Prasetyo, dan Alm Subli Mujim) digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman, terutama pada penyakit busuk akar dan pangkal batang. “Digunakan pada lada dan kopi,” katanya.
Kemudian, Bassigard digunakan untuk mengendalikan ulat dan serangga hama lainnya. Purnomo mengatakan, Bassigard ini sudah diuji coba pada tanaman cokelat. “Lalu Metarex dapat membunuh kumbang tanduk yang merusak kelapa sawit dan kelapa,” katanya. (Michella)