
Pringsewu, Lampungnews.com – Bendungan Way Gatel, Pringsewu yang jebol pada Maret 2017 lalu baru direncanakan diperbaiki pada tahun depan. Alhasil, produksi padi di Pringsewu terancam hingga dua kali musim panen.
“Kalau rencana pembangunan di 2018, musim gadu tahun depan bendungan belum bisa dimanfaatkan seperti semula untuk mengaliri lahan sawah,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Pringsewu Maryanto, Jumat (2/6).
Menurut Maryanto, bendungan Way Gatel adalah satu dari beberapa bendungan lain yanh menjadi kewenangan kabupaten. Bendungan yang berlokasi di Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo itu mengaliri lebih kurang 700 hektare lahan sawah.
Lantaran tidak mendapat suplai air, kata dia, sejumlah petani diantaranya memilih untuk tidak melakukan budi daya tanam musim tanam kedua kali ini. “Sebagian ada di sisi kiri dan kanan komplek rest area, Pekon Wates,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPera Pringsewu Tugino mengaku telah berkoordinasi dengan Pemprov Lampung untuk rencana pembangunan bendungan pada 2018 mendatang.
Bantuan dari provinsi pun diandalkan untuk bisa membangun kembali bendungan. Meski opsi perencanaan pada APBD perubahan bisa juga dipilih. Baik provinsi dan kabupaten, keduanya memegang kendali atas nasib petani.
Dampak banjir, penyusutan produksi padi di daerah berjuluk Kota Bambu ini cukup besar. Lebih dari 5 ribu ton padi dari total lahan puso akibat banjir seluas 227 hektare dan ratusan hektar lahan sawah yang tidak dibudidayakan akibat kekurangan air.
“Estimasi satu hektare menghasilkan 5,4 ton,” kata Kasi Perlindungan Tanaman dan Hortikultura Lucki. (Anton Nugroz)