
Bandarlampung, Lampungnews.com – Persatuan Ojek Pangkalan Bandarlampung kembali mendatangi Polresta Bandarlampung, Jumat (2/6). Kedatangan mereka pun tidak dengan tangan kosong, namun membawa beberapa helm dan jaket milik pengemudi ojek online yang sempat disita sebelumnya.
Perseteruan ini memang sudah dimediasi oleh Kapolresta Bandarlampung, Kombes Murbani Budi Pitono. Namun, pasca mediasi untuk mencapai kata damai masih terdapat miskomunikasi antara ojek online (Gojek) dan Pokbal.
Kabag Ops Polresta Bandarlampung, Kompol Jimmy Tana mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan kedua pihak untuk mencari solusi terakhir. Sebab, sudah beberapa kali mencarikan sebuah solusi agar keduanya berdamai. Namun, hal itu tak kunjung selesai.
“Walaupun solusi sebelum-sebelumnya sudah dilakukan tapi belum menemui titik terang. Jadi, saya minta solusi nanti akan menemui titik terang sehingga keduanya benar-benar berdamai,” ungkap Jimmy Tana.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah mendapat informasi yang valid baik dari Gojek maupun Pokbal yang keduanya sama-sama mempunyai kesalahan,sehingga kesalahan antar keduanya dapat dimaklumkan dengan membuat kesepakatan tertulis di atas kertas.
“Pangkalan Pokbal kan katanya ada 375 pangkalan. Jumlah itu belum diterima oleh Gojek karena menurut Gojek tidak sebanyak itu. Jadi, Gojek mau mengecek dulu jumlah pangkalan dan pembuatan kesepakatan perjanjian ini akan dilakukan besok,” ujarnya.
Jimmy menjelaskan, perwakilan dari Gojek yang diwakilkan oleh Imin, dan dari Pokbal diwakilkan oleh Albert, ada beberapa yang telah disepakati, diantaranya, Gojek tidak akan menaikkan dan menurunkan penumpang 100 meter dari pangkalan Pokbal dan Pokbal tidak boleh menambah pangkalan.
“Inti poinnya kedua itu. Jadi, yang tidak hadir ke Polresta dianggap mengikuti kesepakatan yang telah ditetapkan, kalau sudah ditandatangani besok, saya berharap seluruh anggota Pokbal dan anggota Gojek mengikuti aturan yang berlaku,” pungkasnya. (El Shinta)