
Bandarlampung, Lampungnews.com – Meski jumlah wisatawan yang datang mengisi libur panjang Idul Fitri, Pemkot Bandarlampung justru tidak ‘kecipratan’ rezeki untuk mengisi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pasalnya, selama ini tidak ada penarikan pajak hiburan dari tempat wisata yang ada di Bandar Lampung. Kepala Dinas Pariwisata Bandar Lampung, M Yudhi mengaku untuk penarikan pajak atau retribusi bukan ranah dinasnya melainkan instansi yang menangani perizinan.
“Kalau masalah pajak atau retribusi bukan ke kami, Dinas Pariwisata hanya melakukan pengawasan tempat hiburan saja,” ujar Yudhi, Selasa (3/7).
Dengan belum adanya penarikan pajak, ia pun akan berkoordinasi dengan satuan kerja terkait, apakah tempat wisata di Bandar Lampung kedepannya akan ditarik pajak.
“Ya sayang sekali ya, banyak pengunjung namun minim pajak untuk Kota Bandar Lampung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung, Yanwardi, membenarkan memang selama ini pemkot tidak menarik pajak hiburan dari tempat wisata.
“Iya, kami selama ini tidak menarik pajak hiburan dari pengunjung yang masuk di tempat wisata, selama ini kami hanya melakukan penarikan pada parkir dan rumah makan yang berada di lingkungan tempat wisata itu sendiri,”ucap Yanwardi.
Melihat potensi banyaknya tempat wisata dan ramainya pengunjung yang datang, memang kedepan perlu ada pengkajian penarikan pajak hiburan di sektor pariwisata. “Kedepan mungkin kami akan evaluasi kembali untuk penarikan pajak di tempat pariwisata bedasarkan karcis atau tiket,”tandasnya.
Selama libur Lebaran kemarin, banyak tempat wisata di Bandarlampung ramai dikunjungi wisatawan, tidak hanya dari Lampung saja, namun juga dari luar daerah Lampung. Seperti tempat wisata di Taman Lembah Hijau, sepekan terakhir libur Lebaran, sekitar 15 ribu orang padati salah satu tempat wisata di kecamatan Tanjung karang Barat tersebut.
Manajer Pemasaran Lembah Hijau, Yudi Indra Irawan menjelaskan, untuk kunjungan sendiri Lembah Hijau selama sepekan telah menerima 15.000 pengunjung. “Kami tiap harinya menampung 3000 lebih pengunjung. Kalau dijumlah mungkin selama satu minggu ini telah 15.000 orang,” tandasnya.
Begitupun Tempat Wisata Taman Puncak Mas, di Jalan Haji Hamin RJT, Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, yang dipadati pengunjung mencapai 100 persen dibandingkan hari biasanya.
Owner Taman Wisata Puncak Mas, Thomas A Riska mengungkapkan, jumlah pengunjung mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari biasanya. Biasanya mencapai 1 ribu-3 ribu per hari. “Namun selama libur lebaran ini, mencapai 10 ribu orang per hari, atau 100 persen peningkatannya,” kata Thomas. (El Shinta)