
Bandarlampung, Lampungnews.com – Walikota Bandarlampung Herman HN menyebut adanya permainan dalam kelangkaan dan tingginya harga garam di pasaran. Menurutnya, ini hanya siasat oknum pengusaha untuk memasukkan garam impor ke Indonesia.
“Ini urusan kecil diheboh-hebohkan. Langka dari mana, lihat saja banyak perusahaan di Teluk Betung yang produksi garam, kurang banyak apa. Di Surabaya, Gresik, Madura juga banyak. Ini sengaja mau digaungkan, supaya para pengusaha membeli barang dari luar. Ini sudahlah dimainkan pengusaha dari luar,” kata Herman, Jumat (21/7).
Dirinya menuturkan, kelangkaan dan mahalnya harga garam harus dilawan dengan tetap memproduksi garam sendiri.
“Ada oknum yang bermain, sudahlah pengkhianat ini. Garam dibilang mahal, dimasukkin berapa ribu ton garam agar produksi dalam negeri dihentikan. Perekonomian Indonesia harus tetap kuatlah,” tegasnya.
Diketahui, pemerintah disebutkan akan menaikkan harga garam dari Rp325 per kilogram menjadi Rp750 per kilogram yang selama ini dituntut sejumlah pihak seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia.
Kenaikan garam itu adalah harga garam K-I dari Rp325 ribu per ton menjadi Rp750 ribu per ton dan harga garam K-II dari Rp250 ribu per ton menjadi Rp550 ribu per ton. (El Shinta)