
Bandarlampung, Lampungnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memastikan kelangkaan garam yang terjadi bukan dikarenakan penimbunan garam di gudang. Penyebab langka dan mahalnya harga garam dikarenakan cuaca ekstrim yang belakangan ini terjadi.
Pernyataan itu ditegaskan Sekretaris Kota (Sekkot) Bandar Lampung, Badri Tamam, usai memimpin rapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2017, Rabu (26/7).
“Berdasarkan laporan dari tim satgas pangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung, tidak ditemukan adanya penimbunan garam pada gudang-gudang distributor garam,” kata Badri.
Namun, laporan yang diberikan baru sebatas lisan, secara tertulis belum ada. “Intinya, garam sekarang ini sedang langka, tapi tidak ada penimbunan. Kendalanya cuaca ektrim yang terjadi di daerah yang memproduksi garam, seperti Madura dan daerah lainnya di Pulau Jawa,” jelas Badri.
Mantan Sekretaris KPU Provinsi Lampung ini menambahkan, hasil dari tim satgas pangan hampir semua distributor garam berjanji akan segera menstabilkan stok garam di Lampung. “Distributornya sudah janji, akan memenuhi stok garam di Bandar Lampung,” imbuh dia.
Dia mengungkapkan, semua gudang-gudang penyimpanan garam di Bandarlampung ini telah disidak oleh tim, dan tidak ditemukan adanya penimbunan.
“Ya itu tadi, kendalanya daerah yang memproduksi garam sedang dalam cuaca ektrim, karena garam ini produksinya dari air laut yang dikeringkan, makanya berpengaruh terhadap cuaca. Mudah-mudahan stok garam di Bandar Lampung secepatnya normal kembali, dan harga yang telah melonjak tinggi, bisa kembali normal,” pungkasnya. (El Shinta)