
Bandarlampung, Lampungnews.com – Para pedagang di Wilayah Jalan Teuku Cik Ditiro, Kemiling, Bandarlampung mengaku resah dengan pembangunan flyover yang saat ini sedang dalam pengerjaan di Kawasan tersebut.
Pasalnya, Proyek yang digagas Pemkot Bandarlampung ini mengancam kelangsungan Usaha mereka yang sudah lama di Jalankan di pinggiran kawasan Jalan Cik Ditiro.
Karyawan toko pakaian di kawasan tersebut, Sari(19), mengaku sejak proses pembangunan yang dilakukan Pemkot usai lebaran ini, usaha mereka mengalami penurunan. Hal ini karena dampak pelebaran jalan dan pembangunan yang mengakibatkan ketidaknyamanan pengunjung.
“Debunya ini kan banyak mas sejak adanya pembangunan, mungkin itu yang jadi alasan orang malas mampir,” keluh Sari, Rabu (19/7).
Hal serupa diungkapkan pedagang makanan di kawasan tersebut, Indra Hikmatullah (34), meskipun tempatnya berjualan merupakan tempat sewaan, namun dia mengaku resah dengan adanya pembangunan flyover ini.
Keresahan itu muncul berdasarkan pengalaman usaha-usaha di bawah flyover yang ada sebelumnya yang semula ramai menjadi bangkrut akibat flyover seperti di Gajah Mada dan Antasari.
“Kalau kayak di Wayhalim okelah di bangun flyover, kalau disini saya merasa belum perlu, cukup dilebarkan saja, karena jalan ini belum terlalu macet,” ucapnya.
Bapak 1 anak ini mengaku tidak sependapat dengan pemkot Bandarlampung dalam hal Flyover terkhusus jalan Teuku Cik Ditiro, namun bisa dialihkan untuk tempat lain.
“Kalau depan MBK perlu, soalnya memang sering macet disitu, kalau disini mah cukup dilebarkan aja mas,” tukasnya. (Davit)