
Lampungnews.com – Keterlibatan terduga teroris Riau, Aznof Priandi (AP), dalam aktivitas yang diduga terorisme ternyata sudah diketahui kedua orangtuanya. Keluarga pun sudah menasehati dan melarang.
Hal itu diungkapkan Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Ia sudah bertemu AP di Mako Brimob Polda Riau. Zulkarnain sempat menanyakan aktivitas AP selama bergabung dengan gerakan terduga teroris.
“Kedua orangtuanya melarangnya untuk terus bergabung dengan kegiatan terorisme. Saya terimakasih juga kepada orangtuanya,” kata mantan Kapolda Maluku Utara ini dikutip dari Liputan6.com, Selasa (15/8/2017) petang.
Hanya saja, AP masih berpegang teguh pada keyakinannya. Selama dua tahun ia menggalang dana dan menyalurkannya ke sejumlah kelompok radikal di Pulau Sumatera. Puncaknya saat ia ditangkap Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri di salah satu kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Senin 14 Agustus.
AP merupakan anak pasangan suami istri inisial AZ dan Su. Bapaknya merupakan kelahiran Asahan pada 1964 dan ibunya merupakan kelahiran tahun 1963 di wilayah Pakning.
Sebelumnya, AP diduga sebagai penyandang dana pergerakan radikal di sejumlah wilayah. Hal ini diketahui setelah Detasemen Khusus Antiteror 88 menggeledah rumah Aznof di kawasan Tampan, Pekanbaru.
Dari sana, petugas menemukan 7 buah buku bank atas nama yang berbeda-beda, beberapa bukti slip tabungan, bukti transfer bank, sebilah samurai, beberapa lembar tulisan tentang alur cerita rencana kerja dan beberapa buku tentang agama. Sampai saat ini, AP masih diperiksa intensif di Mako Brimob Polda Riau untuk mengusut jaringan terorismenya.(*)