
Bandarlampung, Lampungnews.com – Sebanyak 67 kendaraan dinas (randis) Pemkot Bandarlampung telah dipasang konverter bahan bakar gas. Hal tersebut merupakan program pemerintah pusat yang akan mengkonversi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Bahan Bakar Gas (BBG).
Konversi ini menghabiskan anggaran senilai Rp 20 – 30 juta tersebut yang didapat daro hibah Kementerian Sumber Daya Mineral (SDM), yang nantinya menjadi aset Pemkot Bandarlampung
“Kita sudah mengusulkan 67 randis untuk dipasang alat tersebut, nah untuk uji coba, alat tersebut akan dihibahkan kepada Pemkot Bandarlampung dan akan menjadi aset,” ujar Kepala Bapedda Bandarlampung, Sukarma Wijaya.
Menurut Sukarma, kekhawatiran menjadi hal yang sulit saat melakukan sosialisasi kemasyarakat nantinya. “Karena ini merupakan sosialisasi awal, kita agak kesulitan karena kita awam. Karena ini kan gas, ada kekhawatiran apakah ini berbahaya atau tidak. Tapi untuk memulai, pemerintahlah yang akan memulainya,” tuturnya.
Sebelum program tersebut disosialisasikan kepada masyarakat, pemerintah akan memastikan bahwa alat tersebut benar-benar aman atau tidak. “Program yang baik ini, nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat, namun pemerintah sebaiknya harus mencontohkan terlebih dahulu, bahwa alat tersebut benar-benar aman,” kata dia.
Berdasarkan pernyataan Perwakilan Dirjen Migas, Wahyu, harga 1 kilogram BBG jauh lebih murah dibanding BBM. “ Kalau BBM kan paling murah Rp 6.500 rupiah, kalau BBG hanya berkisar Rp 4.500 rupiah dan kami menjamin bahwa alat tersebut benar-benar aman,” ujar Wahyu. (El Shinta)