
Bandarlampung, Lampunngnews.com – Pedagang Pasar Perumnas Wayhalim, Bandar Lampung yang telah pindah berdagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) lapangan parkir SD Al-Azhar Wayhalim, mengeluhkan sepinya pembeli saat berjualan di lokasi tersebut.
Salah seorang pedagang tahu dan tempe, Erna (57) mengaku pendapatan hariannya turun drastis setelah dua hari berjualan di lokasi tersebut. “Biasanya satu hari saya bisa bawa pulang uang Rp 2juta. Sekarang dapat Rp 1 juta saja sudah alhamdulillah,” kata dia ditemui Kamis (7/9).
Beberapa lapak dan kios pedagang di lokasi tersebut juga masih berantakan dan belum selesai sepenuhnya. Erna juga mengeluhkan kiosnya yang hingga saat ini belum juga selesai.
“Mau nggak mau dagangnya masih ngampar, kalau kios saya sampai sekarang belum jadi. Agak susah juga dagang kayak gini, ketutupan kios yang lain kan kalo nyempil begini,” keluhnya.
Hal serupa disampaikan Mira (52) pedagang sayuran. Lokasi dagang yang terlalu berdekatan dikeluhkannya yang berakibat menurunnya omset penjualan. “Biasanya saya dapat satu juta. Nah sekarang baru dapat Rp 400 ribu. Sepi banget, banyak sayuran saya masih utuh,” jelasnya.
Menanggapi pengerjaan TPS yang belum selesai dan penurunan omset di lokasi tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Wayhalim, Parlindungan Pane mengatakan hal tersebut merupakan hal yang wajar, lantaran adaptasi yang dilakukan oleh para pembeli.
“Saya menjamin untuk TPS akan benar-benar rapih pada Jumat (8/9) mendatang. Kalau masalah penurunan omset saya kira wajar untuk diawal selama beberapa hari ini. Karena para pembeli kan masih belum paham dimana tempat dia belanja pada langganannya. Saya kira beberapa hari lagi akan stabil lah,” kata Pane. (El Shinta)