
Bandarlampung, Lampungews.com – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Telukbetung Barat, ternyata sudah tidak mampu menampung volume sampah yang terus bertambah setiap harinya.
Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandarlampung, Siddik Ayogo, mengatakan pihaknya berencana memperluas TPA yang setiap hari menampung 600-700 ton sampah. “Untuk perluasan TPA ini kami butuh anggaran mencapai Rp 5 miliar,” kata Siddik saat dihubungi, Kamis (14/9).
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan tanah tambahan mencapai 2 hektar dari luas lahan yang ada yaitu 3-4 hektar. Kemudian pihaknya juga akan membangun pembatas antara TPA dan lahan dan juga rumah warga. “Dengan anggaan sebesar itu akan kita gunakan untuk pembebasan lahan dan membangun pembatas. Untuk gaji petugas kebersihan tambahan dan truk pengangkut sampah,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menambah armada pengangkut sampah, mengingat kini jumlah sampah yang berada dikota Tapis Berseri membludak. Armada dump truk sampah yang ada saat ini mencapai 90 unit, dan diminta ditambah minimal 20 unit lagi. Saat ini pengajuan penambahan anggaran pada APBD-P 2017 tersebut masih dibahas bersama Komisi III DPRD setempat. “Tapi ini semua tergantung anggarannya ada atau tidak. Minimal 20 unit untuk dump truk. Ini untuk mempermudah dalam pengambilan sampah yang berada di Kota Tapis Berseri,” pungkasnya.
Sementara, Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung, Ahmad Riza menegaskan pihaknya mendukung penuh rencana perluasan lahan TPA Bakung, dan penambahan armada truk sampah. Untuk itu anggaran tambahan yang masuk dalam APBD-P 2017 tidak dikurangi.
“Tidak kami kurangi atau efisiensi, karena faktanya justru masih kurang. Karena selama tiga tahun terakhir, area TPA Bakung belum pernah diperluas,” jelasnya.
Anggota Partai Gerindra ini mengatakan pihaknya selama tiga tahun terakhir ini sudah mencoba menganggarkan dana perluasan TPA Bakung karena kondisinya sudah melebihi kapasitas yang ada. “Iya ini sudah mendesak TPA Bakung sudah overload. Semua limbah tinja masuk juga kesitu, sampah organik dan non organik,” ungkapnya.
Anggaran tersebut, lanjut Riza diperuntukkan untuk belanja langsung dan tidak langsung. “Untuk petugas tambahan, dump truck juga meskipun banyak yang operasional hanya sedikit. Kondisi mobilnya sudah tua,” pungkasnya. (El Shinta)