
Bandarlampung, Lampungnews.com – Warga digegerkan dengan ledakan keras di salah satu rumah di Jalan Bung Tomo, Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.
Rahma, salah satu warga setempat mengatakan, dirinya mendengar adanya suara ledakan yang sangat keras. Dirinya pun langsung bergegas keluar rumah untuk melihat langsung sumber suara tersebut.
“Cuma lihat asap, nggak tahunya sumber suaranya.,” terangnya, Minggu (24/9).
Dirinya mengatakan, ledakan tersebut dirasa tidak normal karena membuat rumahnya bergetar.
“Kayak bukan suara ledakan gas atau apalah, saya belum pernah dengar suara ledakan sebesar itu. Nggak lama keluar asap setelah ledakan. Nggak lama polisi langsung dobrak pintu, tapi anaknya Alwan melarang jangan om jangan belum pakai jilbab, aneh saja sudah tahu darurat masih mikir itu,” terangnya.
Anak Nurbaiti pun menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah beberapa jam sekitar jam 12.00 WIB polisi semua berkumpul.
“Jam 12 sudah ramai polisi banyak, tadi sih ngomongnya cuman ledakan gas, tapi anehnya nggak ada api, hanya ada asap, mengepul,” terangnya.
Sementara Kapolsek Tanjung Karang Barat Komisaris Harpan menyebut ledakan yang terjadi di rumah Ustad Mustafa Jailani, di Warga Jalan Bung Tomo, Gedong Air, Tanjungkarang Barat (Tkb), sementara bersumber dari ledakan tabung gas.
Ia menceritakan kejadian bermula pada Minggu (24/9) ledakan tersebut terjadi. Lantas petugas langsung mendatangi lokasi kejadian, persis berjarak 10 meter dari Mapolsek Tanjung Karang Barat.
Harpan mengatakan anaknya bernama Akhwan sempat menghalangi petugas ketika hendak mengevakuasi korban, yang tak lain ibunya sendiri bernama Aulia Suryani (43). Aulia mengalami luka bakar dibagian dada dan lengan sebelah kiri.
“Jadi kejadiannya sekitar pukul 09.35, dugaan sementara ledakan tabung gas, pas kami mau evakuasi, anaknya sempat menghalangi petugas,” ujarnya kepada awak media, Minggu (24/9).
Harpan menambahkan saat ini Mustafa tengah dibawa ke Mapolresta Bandar Lampung untuk dimintai keterangan, seputar kejadian tersebut.
“Sementara kita jadikan saksi, masih diperiksa di Mapolresta, hasilnya tunggu laboratorium forensik,” katanya.
Mustafa Jailani sendiri tinggal dirumah yang agak luas, kemudian rumah yang diketahui milik kakaknya tersebut dikontrakan kepada Ibu Nurbaiti, yang berprofesi sebagai penjahit.
“Jadi itu rumah kakaknya, dia kontrakan ke orang,” paparnya.
Kendati ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas, justru hal aneh terjadi di lokasi. TKP sendiri kini telah diberi garis polisi dan ditutup terpal biru setinggi dua meter, awak media agak kesulitan untuk melihat ataupun masuk ke lokasi. (El Shinta)