
Bandarlampung, Lampungnews.com – Menumpuknya sampah di aliran sungai Way Balau akhirnya memaksa sejumlah warga setempat sadar diri untuk turun sendiri membersihkan aliran sungai tersebut. Namun, warga tidak mengangkut sampah dan membiarkannya terbawa arus.
Pantauan Lampungnews.com, tiga orang warga Jalan Dr Harun II, Gang H Said, Kota Baru turun ke bantaran sungai Way Balau yang tertutup tumpukan sampah. Menggunakan galah dan karung, warga membuka aliran sungai yang tersumbat sampah.
Salah satu warga, Mulyadi mengatakan, dia dan dua orang warga hanya membuka aliran airnya saja. Sedangkan sampah yang menumpuk tidak diangkut dan hanya dibiarkan hanyut terbawa arus.
“Kami cuma buka alirannya saja, sampahnya nggak kami angkut, biar mengalir dibawa air ke bawah sana. Soalnya mau dibuang kemana. Nggak ada alat juga,” katanya, Selasa (31/10).
Menurutnya, warga setempat ‘terpaksa’ turun tangan sendiri lantaran Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Bandarlampung tak kunjung turun membersihkan sungai.
“Nggak ada yang datang sama sekali. Makanya hari ini kami bersihkan sendiri, ini inisiatif warga yang tinggal di sekitar sungai, karena nggak enak dilihatnya dan baunya sudah menyengat,” katanya.
Camat Tanjungkarang Timur Rahmad Indra Putra mengatakan, Sungai Way Balau merupakan sungai perbatasan antara Tanjungkarang Timur dan Kedamaian.
“Ini sebenarnya bendungan tua yang dibangun zaman Belanda, dulu diperuntukkan pabrik karet. Lihat saja konstruksi bendungannya sangat kuat. Itu saja yang menjebol warga, menghabiskan waktu sampai tiga hari cuma dapat 50 sentimeter,” jelas Rahmad.
Rahmad mengaku sudah berkoordinasi dengan BPLH untuk permasalah sungai ini. Namun, dirinya tidak tahu kenapa hingga hari ini tim BPLH belum juga datang.
“Saya sudah berkoordinasi, kalau alasan kenapa belum datang saya nggak tahu. Yang jelas saya berani menjamin soal sokli tidak ada yang pemalas, tugas mereka kan mengangkat sampah rumah tangga bukan sampah sungai. Ini juga sampah dari wilayah atas,” katanya. (El Shinta)