
Bandarlampung, Lampungnews.com – Niat Pemkot Bandarlampung mengajak para warga ‘menikmati’ flyover Mal Boemi Kedaton (MBK) pada malam tahun baru terpaksa ditunda. Pengembang menyatakan konstruksi bangunan belum kuat.
Kepala Pelaksana Lapangan PT Dewanto, Sutarno mengatakan, saat ini progres proyek sendiri masih 50 persen. Pihaknya masih proses penyelesaian pier pengerjaan bawah dan penyelesaian tiang pancang empat dan lima.
“Untuk girder nanti malam sudah naik, karena kalau kita kerjakan siang lalu lintasnya akan terganggu. Ditargetkan pada akhir November girder sudah naik semua,” kata Sutarno ditemui di lokasi proyek, Rabu (11/10).
Disinggung mengenai target dari walikota agar tanggal 20 Desember seluruh pengerjaan proyek selesai dan flyover bisa digunakan, Sutarno mengaku pada tanggal tersebut pihaknya baru bisa menyelesaikan lantai atas flyover, namun belum diaspal.
“Kita baru menyelesaikan atas, baru selesai dicor tanggal itu tapi belum bisa diaspal. Bangunan yang dicor harus berumur 21 hari baru bisa diaspal, karena aspalnya sendiri beratnya sampai 12 ton. Kalau perkiraan kita tanggal 5 Januari baru bisa diaspal, pengerjaan selama dua hari. Jadi tanggal 7 Januari baru bisa aman dilewati kendaraan. Tapi kalau diresmikan saja bisa,” paparnya.
Dirinya menjelaskan, terlambatnya target penyelesaian bukan kesengajaan dari pihaknya atau faktor cuaca. Namun, polemik yang terjadi pada awal pengerjaan yang menjadi faktor utama.
“Kita tahu sendiri kemarin soal flyover bagaimana masalahnya, jadi kami harus kejar target. Perhitungan ini sudah sangat ngebut. Pekerja yang sebelumnya hanya 80 orang sekarang jadi 110 orang untuk mengejar penyelesaian,” tandasnya. (El Shinta)