
Bandarlampung, Lampungnews.com – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bandarlampung memetakan wilayah yang berpotensi terkena bencana. Tujuh kecamatan berpotensi longsor.
Kepala BPBD Kota Bandarlampung, Edi Haryanto, memaparkan berdasarkan data penelitian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2016-2020 tujuh kecamatan itu yakni, Telukbetung Timur, Telukbetung Barat, Kemiling, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Kedamaian, dan Panjang.
“Untuk wilayah yang aman atau tidak berpotensi longsor yaitu Sukarame dan Tanjung Senang,” terangnya, Jumat (6/10).
Sedangkan wilayah rawan banjir meliputi delapan kecamatan. Yakni Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Telukbetung Utara, Bumiwaras, Panjang, Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, dan Kedamaian.
“Semua wilayah bisa berpotensi terkena banjir bandang, kecuali di wilayah sekitaran Wayhalim dan Sukarame,” kata Edi.
Edi menuturkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk mengantisipasi bencana banjir. Yakni dengan melarang warga buang sampah sembarangan. Bahkan, pihaknya juga menggandeng Dinas PU untuk memperbaiki drainase di Sukarame dekat kantor Dinas PU Kota Bandarlampung dan di Jalan Antasari.
“Kami kan ada program rutin Jumat bersih kami juga selalu ingatkan. Koordinasi dengan Dinas PU untuk memperbaiki drainase juga dilakukan. Meskipun setiap tahunnya banjir tidak bisa dihindari, setidaknya kerusakan yang dihasilkan bisa ditekan,” jelasnya.
Edi menuturkan, drainase yang ada di Kota Tapis Berseri tidak mampu menampung air hujan dan air sanitasi rumah tangga. Terlebih, jumlah penduduk yang terus bertambah membuat drainase yang ada tidak mampu menampung air secara maksimal.
“Dulu drainase mampu menampung karena jumlah penduduk juga hanya sekitar 636 ribu. Tapi sekarang kan sudah 1,5 juta jiwa. Coba saja dikalikan jumlah limbah air yang dihasilkan kalau satu orangnya menghasilkan lima liter air dalam sehari,” pungkasnya. (El Shinta)