
Bandarlampung, Lampungnews.com – Suparman (65) hanya bisa pasrah saat api membakar sebagian ruangan di rumahnya di Jalan Perum Ragom Gawi II, Blok D No 06. Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Rabu (6/12) sekira pukul 09.00 WIB.
Suparman mengatakan, kejadian ini bermula saat putrinya hendak memasak air untuk membuat minuman. “Namanya lagi rame-rame pengen bikin teh, kebetulan gas nggak ada, kita juga baru sampai rumah ini, sini jarang ditinggali, saya tinggalnya di Tanjung Raja, dari pada nyari gas pakai kayu soalnya bikin banyak sekalian,” ujar Suparman.
Dirinya menuturkan, begitu api jadi dan siap untuk memasak air, putrinya turun ke lantai dasar. “Rupanya pas turun api sudah menjadi, anak saya ke atas udah lihat api itu menjalar ke atap,” sebutnya.
Menurutnya, saat ditinggal sempat ada angin besar, dimungkinkan api menyambar barang-barang yang ada di gudang atas. “Kebetulan atas itu memang gudang, jadi ada kertas dan barang-barang yang mudah kebakar, jadi kesulut semua,” kata pensiunan guru ini.
Begitu tahu api besar, Suparman mengaku langsung berteriak-teriak mencari pertolongan. “Untung banyak yang membantu dan tidak melihat saja, warga udah kumpul, ada yang bawa ember, bahkan ada yang langsung pakai selang. Jam 10.30 WIB itu petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api secara keseluruhan,” ucapnya.
Dia mengaku tetap bersyukur karena barang berharga miliknya tetap aman. “Yang terbakar cuman lantai atas dan hanya barang-barang bekas yang habis terbakar, dan api belum sempat membakar semuanya jadi masih aman semua,” tutupnya.
Sementara itu, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandarlampung, M Rizki, membenarkan peristiwa yang menimpa warga Perum Ragom Gawi II. “Ya tadi ada kebakaran rumah di Rajabasa, yang terbakar 1 unit rumah dengan luas yabg terbakar 4×7 meter,” terangnya.
Rizki pun mengaku telah menurunkan tim pemadam kebakaran untuk melakukan proses evakuasi. “Proses evakuasi telah selesai dan berjalan lancar, kerugian diperkirakan mencapai kurang leboh Rp 25 juta,” tandasnya. (El Shinta)