
Bandarlampung, Lampungnews.com – Persatuan Ojek Pangkalan Kota Bandarlampung (Pokbal) dan Gojek kembali terjadi. Perselisihan yang terjadi di depan SPBU Rajabasa Nunyai itu akibat penolakan Gojek yang enggan bergabung dengan Family I Jaya besutan Pokbal, Kamis (4/1).
Menurut Miftahul Huda dari perwakilan Mitra Gojek, awal gesekan bermula dari pengusiran yang dilakukan oleh anggota Pokbal Rajabasa terhadap driver Gojek.
“Padahal di situ bukan area pangkalan ataupun terminal, tentu ini bentuk pelanggaran yang tidak sesuai pada perjanjian, yang mana terjadinya sweping, persekusi di lapangan dan pengusiran mitra gojek,” ujar Iif.
Iif menegaskan, pihaknya memprotes keras tindakan Pokbal hari ini, yang mana telah melakukan provokasi kesepakatan tanggal 12 Sepetember 2017.
“Pokbal sudah berlaku provokatif dengan melakukan pengusiran, kami minta kepada Walikota Bandarlampung agar Pokbal dibubarkan kalau mereka masih suka merusak kedamaian dan situasi kondusif,” tegasnya.
Dirinya pun menjelaskan point kesepakatan pada tanggal 12 September 2017 lalu yakni pertama taat hukum dan aturan yang berlaku, kedua tidak ada provokasi yang dapat merugikan salah satu pihak, ketiga tidak melakukan konvoi yang mengganggu ketertiban umum.
“Keempat akan menunggu keluarnya perda dengan tanggung jawab menjaga situasi yang kondusif, kelima menyerahkan semua pelanggaran kepada Polri, dan enam bertanggungjawab untuk saling menghormati dan menghargai dalam operasional Pokbal dan Gojek. Sampai saat ini kami mitra Gojek sudah berusaha menahan diri dan menjaga situasi kondusif,” pungkasnya.
Sementara itu Satgas Gojek, Emil, mengatakan terjadinya perselisihan antara Pokbal dan Gojek karena adanya masalah tempat.
“Jadi rekan Gojek diusir dilarang mangkal disini, cuma anak Gojek itu tidak ada yang mangkal, hanya beristirahat saja,” tutupnya.
Pernyataan tersebut dibantah oleh Ketua Pokbal Albert. Menurutnya, salah satu rekannya hanya berusaha mengingatkan kepada driver gojek untuk tidak berkumpul dalam skala besar.
“Satgas kami bukan mengusir, tapi menegur, takutnya kalau kumpul-kumpul ada keributan,” ujar Albert saat di Polsek Kedaton.
Albert pun menegaskan, boleh saja berkumpul asalkan tidak dalam skala besar. Dan harus ada izin jika mangkal disuatu tempat. “Kan juga nggak enak sama yang punya tanah, maka ditegurlah sama satgas Pokbal Rajabasa, kok malah mereka bawa massa,” ucapnya.
Albert menambahkan, begitu tahu ada massa yang berkumpul, ia bergegas menuju lokasi. “Saya tadi juga nggak tahu, bingung, kok banyak orang, maka saya sekalian ajak mereka (Gojek) untuk bergabung di Family 1 Jaya, organisasi dibawah naungan kami, yang mana Grab sudah bergabung,” pungkasnya.
Sementara, Kapolsek Kedaton Kompol Bismark yang menyatakan bahwa Pokbal melakukan upaya mengajak ojek online untuk bergabung dalam organisasi Family 1 Jaya dibawah naungan Pokbal untuk mendukung salah satu calon gubernur Lampung.
“Iya Pokbal ini mengajak gojek atau seluruh ojek online untuk gabung di organisasi family 1 jaya dibawah naungan pokbal untuk dukung salah satu calon gubernur Lampung” ungkapnya. (El Shinta)