
Tulangbawang, Lampungnews.com –Sudah hampir selama tiga pekan kegiatan belajar mengajar 14 sekolah di Kabupaten Tulangbawang tidak berjalan maksimal akibat terendam banjir.
Hal ini berdasarkan laporan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang, Lampung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulangbawang.
Kepala BPBD Pemkab Tulangbawang Noermal yang membenarkan, bahwa pihaknya sudah menerima laporan 14 sekolah itu yang berada di Kampung Duta Yusomulyo, Kecamatan Rawapitu.
“Saat ini KBM di beberapa sekolah ini tidak dapat berjalan dengan maksimal dikarenakan keadaan yang memperhatinkan air telah memasuki ruang kelas, sehingga PGRI bersama pihak terkait mengungsikan kegiatan belajar ke Balai Kampung Andalas,” jelasnya.
Bahkan SMP menumpang tempat di SMA 01 walaupun kondisi air juga sudah tinggi masuk ruang kelas, hal ini dilakukan siswa-siswi yang sedang mengikuti LUS, ” terang Noermal Selasa (27/03).
Lanjut Noermal, tak sampai disitu saja, laporan yang di masukan PGRI ke BPBD ini meminta bantuan dan solusi tambahan mengatasi utama menyangkut KBM, mengingat karena sebentar lagi SD, SMP serta SMK akan melaksanakan Ujian Nasional (UN), mereka meminta bantuan yang diharapkan berupa tambahan makanan bergizi, seperti susu, obat, sembako beserta alat pengungsian terpal, selimut terakhir alas tidur.
“Terkait permasalahan ini Pemkab Tulangbawang akan berupanya secepatnya menyalurkan bantuan tambahan agar proses belajar anak-anak sekolah terus berjalan, “tandasnya. (Can)