
Lampung Timur, Lampungnews.com –Ratusan keluarga di Dusun Sinar Menango, Desa Gunungagung Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, terisolasi akibat jembatan yang biasa mereka lalui terendam banjir selama sepekan terakhir.
Jembatan tersebut merupakan akses utama mobilisasi penduduk setempat untuk membeli kebutuhan termasuk akses mengangkut hasil bumi baik perkebunan maupun perladangan.
Untuk keluar kampung penduduk terpaksa menaiki rakit bambu yang diikat tali guna membelah banjir sepanjang 70 meter karena sungai meluap.
Rakit tersebut disediakan oleh salah satu warga, Narto, dengan membayar seikhlasnya untuk menyeberangkan orang sedangkan sepeda motor Rp5.000.
Narto mengatakan, sudah sepekan warga tidak bisa keluar karena banjir, satu-satunya cara pakai rakit bambu yang disediakannya dengan maksud membantu warga setempat.
“Jalan lain ada tapi memutar puluhan kilometer, ini berkali-kali terputus banjir saat musim hujan setiap tahun,” kata dia.
Kemudian, jembatan semi permanen memang ada tapi rata dengan sungai sehingga saat air meluap jembatan tersebut tertutup air.

Salah satu warga, Paimo, mengatakan saat hujan dan banjir datang warga tidak bisa menyeberang hingga memanfaatkan rakit bambu tersebut meski sangat membahayakan nyawa mereka.
“Ada 150 kepala keluarga lebih di dusun tersebut, setiap tahun ya begini kalau banjir datang,” kata dia.
Ia berharap, pemerintah tahu dan bisa memberikan solusi untuk masyarakat setempat yang selama ini harus bertaruh nyawa menaiki rakit untuk bisa keluar masuk kampung itu.
“Ya ini termasuk terputus aksesnya, karena keluar kampung butuh waktu 10 menit, tapi kalau lewat jalan lain memutar puluhan kilometer, akses jalan pun tidak bagus,” ujar dia.
Hal ini sudah bertahun-tahun mereka alami dan belum mendapatkan perhatian pemerintah setempat. Mereka mempertanyakan kemana pemerintah selama ini?. (Crs)