
Yogyakarta, Lampungnews.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar kepala desa berhati- hati dalam menggunakan dana desa, jangan sampai menjadi masalah bagi mereka karena salah dalam pengalokasiannya.
“Saya titip hati-hati semuanya. Hati-hati, hati-hati, karena ini akan bermanfaat bagi rakyat di desa, masyarakat desa, bagi desa tetapi bisa menjadi malapetaka kalau penggunaannya awur-awuran sehingga Bapak/Ibu dan Saudara-saudara semua harus berhadapan dengan hukum,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengaku tidak ingin yang hadir pada pertemuan kali ini bermasalah dengan aparat hukum. Ia meyakini dengan administrasi, perencanaan, pengalokasian, pelaksanaan, dan laporan yang baik, serta pelaporan yang lebih sederhana akan memudahkan para pelaku dana desa.
Presiden saat berdialog dengan peserta dalam acara Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Tahun 2018, di Graha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Rabu (25/7) siang.
Kepala Negara menjelaskan bahwa dengan Dana Desa ini diharapkan nantinya akan ada pemerataan di seluruh tanah air dan tidak ada ketimpangan antara desa dan kota serta wilayah barat, tengah, dan timur.
“Percepatan pembangunan desa ini akan memberikan pemerataan kepada rakyat kita, tetapi memang harus tepat sasaran. Jangan sampai keliru tembakannya, harus tepat sasaran. Jangan yang namanya dana desa itu diecer-ecer, enggak akan kelihatan nanti,” tambah Presiden.
Untuk itu, Presiden minta untuk fokus saja, satu tahun fokus 60% untuk misalnya infrastruktur jalan desa nanti setelah rampung tahun depan, ganti lagi membangun yang lain.
Hal ini sama, menurut Presiden, seperti yang dilakukan untuk APBN, fokus total pada infrastruktur. “Rampung, nanti tahapan kedua kita akan masuk ke investasi di sumber daya manusia. Rampung. Masuk lagi ke tahapan-tahapan berikutnya. Desa pun juga harus bekerjanya fokus seperti itu,” sambung Presiden.