
Lampungnews.com – Bulan puasa biasanya dimanfaat sebagian orang untuk menurunkan berat badan, karena aktivitas makan dalam sehari jadi berkurang. Jika saat tidak puasa frekuensi makan sebanyak tiga kali sekali, maka selama bulan Ramadan ini frekuensi makan hanya dua kali dalam sehari, yaitu ketika berbuka dan sahur. Namun bagi sebagian orang, frekuensi makan yang berkurang ini justru membuat berat badan naik saat puasa. Loh, kok bisa, ya? Simak penjelasan selengkapnya yang akan dipaparkan oleh hellosehat.com berikut ini.
Penyebab berat badan naik saat puasa
Perubahan gaya hidup selama puasa, entah itu pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari akan berdampak pada perubahan fisiologis tubuh juga. Berikut ini 5 penyebab berat badan naik saat puasa yang umum terjadi dan harus Anda waspadai.
1. Kalap makan saat berbuka
Setelah seharian berpuasa, biasanya seseorang tidak dapat menahan godaan untuk melahap segala makanan yang ada di hadapan setelah waktu buka tiba. Makanan yang mengandung karbohidrat serta kadar gula dan garam tinggi kerap menjadi pilihan pertama saat berbuka puasa. Jadi wajar saja jika selama berpuasa berat badan Anda bertambah.
Karena itu, ketika waktu berbuka tiba, batalkan puasa dengan makanan yang ringan dulu, misalnya menyantap buah, salad, atau sup. Pasalnya ketiga jenis makanan tersebut rendah kalori dan cukup membuat Anda kenyang.
2. Porsi makan lebih banyak
Sebagian orang yang memang terbiasa makan dengan porsi besar, selera makan dan minum pada saat berbuka hingga sahur justru malah semakin meningkat. Nah, hal inilah yang membuat orang rentan mengalami kenaikan berat badan saat puasa. Prinsipnya, orang menjadi gemuk karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak daripada makanan yang diolah menjadi tenaga.
3. Penurunan aktivitas fisik
Tidak dipungkiri jika saat puasa tubuh jadi mudah lemas saat melakukan aktivitas. Nah tidak heran, kita jadi malas untuk sekedar melakukan aktifitas fisik seperti olahraga. Belum lagi, hawa ngantuk yang sering melanda jadi membuat waktu tidur juga bertambah di siang hari. Padahal tanpa aktivitas fisik, tubuh akan lebih sulit mengontrol berat badan.
Jika kita mengonsumsi kalori yang berlebih selama berbuka dan sahur, maka kalori berlebih tersebut akan tersimpan dan meningkatkan berat badan. Namun, dengan aktivitas fisik, kalori berlebih akan dimetabolisme sehingga mengurangi kalori yang tersimpan. Itu sebabnya, selama puasa Anda juga perlu untuk melakukan aktivitas fisik yang memungkinkan Anda tetap bergerak.
4. Kurang tidur
Berbagai penelitian menyatakan bahwa orang yang kurang tidur cenderung mengalami kelebihan berat badan dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup. Ketika seseorang mengalami gangguan tidur, hal ini berpengaruh terhadap hormon yang mengatur metabolisme tubuh dan kontrol nafsu makan, yaitu hormon leptin.
Hormon leptin ini berfungsi untuk menghasilkan rasa lapar serta membantu mengatur nafsu makan seseorang. Nah ketika hormon leptin seseorang terlalu tinggi, maka tubuhnya akan mengalami gangguan terhadap persepsi rasa kenyang. Tubuh mereka akan terus merasa lapar walaupun telah makan banyak. Akibatnya, Anda jadi sering ngemil, terutama di malam hari sebelum tidur.
5. Langsung tidur setelah sahur
Banyak orang memilih melanjutkan tidurnya setelah makan sahur sebelum memulai aktivitas. Padahal tidur setelah makan memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang. Apabila Anda tidur di bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan yang kita konsumsi sebelum tidur.
Nah, hal ini akan menyebabkan gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh dan justru malah menumpuk di dalam tubuh sehingga menimbulkan lemak.