
Bandarlampung, Lampungnews.com – Mantan Gubernur Lampung Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP menegaskan bahwa dirinya memberikan kebebasan penuh kepada Rycko Menoza SZP untuk memutuskan maju atau tidak jika nanti ada yang meminangnya sebagai calon wakil gubernur Lampung.
Ia mengatakan, dulu saat Rycko menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan didukung sejumlah pihak untuk maju menjadi calon wakil gubernur, namun karena masa pengabdiannya kepada masyarakat Lamsel belum usai maka Sjachroedin melarangnya.
Namun, kata dia, karena saat ini sudah tidak menjabat lagi maka keputusan tersebut sepenuhnya ada di tangan Rycko Menoza untuk maju atau tidaknya sebagai calon wakil gubernur.
Menurutnya, jika memang masyarakat menghendaki maka hal tersebut bisa saja terjadi, namun tentunya untuk maju membutuhkan berbagai pertimbangan matang bukan hanya mengedepankan ambisi saja, seperti perahu dari partai politik dan juga dukungan dana.
Lalu, masalah pengalaman, kata dia, masyarakat bisa melihat atau menilai apa yang selama ini sudah Rycko lakukan untuk membangun Kabupaten Lampung Selatan dalam waktu lima tahun, sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur dan lain-lain.
“Nyalon itu gampang, namun pertangungjawabannya kepada masyarakat itu yang berat,” tegasnya, di Bandarlampung, Kamis (14/9/17).
Duta Besar Indonesia untuk Kroasia ini meminta kepada Rycko agar tidak terpengaruh dan terbawa arus dalam situasi politik yang memulai memanas ini. Semua harus dipertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan.
“Kalau orang-orang pada gila kita jangan ikut-ikutan gila dong,” guraunya.
Yang jelas katanya, situasi politik saat ini belum dapat ditebak karena beberapa calon sampai saat ini pun belum jelas akan diusung oleh partai mana, termasuk Partai PDI Perjuangan yang dulu pernah dia pimpin pun belum mengumumkan siapa yang akan diusung pada pilgub nanti.
“PDI-P sudah jelas bisa mengusung calon sendiri pun belum mengeluarkan keputusannya begitu pun dengan partai yang lain,” jelas Oedin.
Sementara itu, Rycko Menoza dengan santainya mengaku sampai saat ini belum berkomunikasi dengan pihak manapun terkait pilgub 2018 nanti.
Menurutnya, sampai saat ini juga belum dapat dipastikan ikut maju atau tidak sebagai calon wakil gubernur dan lebih berkonsentrasi dengan organisasi yang dipimpinnya.
Ia menambahkan, jika selama ini ada masyarakat atau survei yang menyebut namanya cukup santer untuk dijagokan sebagai cawagub ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan tersebut.
Namun, hal tersebut tidak menjadi tolok ukur untuk asal maju melainkan harus memiliki pertimbangan matang seperti partai politik dan dana. Jangan sampai maju pada pilkada dengan hanya mengedepankan ambisi saja. (*)