
Bandarlampung, Lampungnews.com – Meski sama-sama menolak keberadaan angkutan berbasis online, kurangnya koordinasi antara Persatuan Ojek Pangkalan Bandarlampung (Pokbal) dan Perhimpunan Pemilik dan Pengemudi Angkot Bandarlampung (P3ABL) dalam aksi di Tugu Adipura membuat dua organisasi ini seakan pecah kongsi.
Pokbal yang datang belakangan ditolak oleh P3ABL untuk bergabung dalam aksi damai yang dilakukan sopir angkot itu, Kamis (2/11).
Pantauan Lampungnews.com, puluhan anggota Pokbal yang mengenakan seragam berwarna hijau stabilo ini datang secara konvoi ke lokasi aksi damai. Pokbal langsung mengangkat tangan sambil mengangkat tangan dengan simbol peace. Ketua P3ABL Daud Rusli yang sedang berorasi langsung menolak kehadiran Pokbal.
“Mohon maaf untuk rekan-rekan Pokbal tidak bisa ikut aksi. Kami tidak mau anarkis. Kami ingin aman saja, ini aksi damai dan izinnya hanya untuk P3ABL,” katanya.
Meski ditolak, Pokbal tak serta merta hengkang dari aksi. Anggota Pokbal menyusuri sekitaran aksi dan mencari awak media untuk menyebarkan brosur yang bertuliskan “Permintaan Pokbal”.
Di dalamnya terdapat sejumlah poin penolakan aplikasi angkutan online yakni, GoJek harus mengikuti kesepakatan sesuai perjanjian yang sudah disepakati, GoJek tidak boleh kumpul-kumpul akan memancing keributan, GoJek dilarang keras membawa sajam dan senpi, GoJek tidak boleh konvoi atau berkumpul, dan menyerbu ke setiap pangkalan ojek. (El Shinta)