
Bandarlampung, Lampungnews.com – Sejumlah elemen masyarakat mengapresiasi Pemerintah Bandarlampung menyatukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mempermudah pelayanan pembayaran pajak bagi masyarakat. Namun sistem online perlu juga diberlakukan guna menekan persoalan pungutan liar (pungli) kemungkinan masih terjadi.
Humas Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) PPRL Yohanes Joko Purwanto di Bandarlampung, Senin (6/3), menyatakan langkah tersebutsangat tepat mengingat pengawasan dan kontrol dapat dilakukan melalui satu atap.
“Tapi selain mendirikan bangunan dan pelayanan satu atap, pelayanan sistem online dalam proses perizinan akan semakin memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dan menghilangkan adanya pungli dalam mengurus perizinan di Kota Tapis Berseri,” paparnya.
“Kalau semua sistem pembayaran pajak sudah online. Maka secara bertahap dugaan adanya pungli ini akan hilang dengan sendirinya,” ujar Joko.
Adanya dugaan pungli dilakukan oknum penunggak pajak yang bermain dan mendapat akses mudah ke Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPMP) Bandarlampung diyakini akan terus bertambah jika sistem yang diterapkan masih pola sama.
Oleh karena itu, kata dia lagi, sistem pembayaran pajak secara online diyakini dapat menghentikan adanya dugaan praktek pungli dan mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), selain membuat masyarakat menjadi lebih cepat dan praktis dalam pengurusan pajak serta akan menciptakan transparansi.
“Saya meyakini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pasti nominal pembayaran pajak akan dibayarkan besaran hitungannya berapa? Minimnya informasi bisa menjadi celah sehinnga dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan sendiri,” tegasnya.
Senada Joko, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung Reynaldo Sitanggang menyambut baik upaya Pemkot Bandarlampung.
Perubahan sistem pembayaran pajak secara online, menurut dia, akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan daerah. Selain itu, pencatatan transaksi keuangan dan aset akan menjadi lebih akurat. Dampaknya, PAD akan meningkat karena tidak adanya kebocoran.
Reynaldo berharap, Pemkot Bandarlampung segera membuat suatu terobosan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam membayar pajak guna membangun Kota Tapis Berseri salah satunya dengan sistem online. (Davit)