Nasional

Pengurus PAN Tidak Konsisten, Kadernya Ramai-ramai Mundur

 

Lambang Partai PAN

Lampungnews.com – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (13/1/2018), secara mendadak mengundurkan diri dari kepengurusan partai berlambang matahari terbit itu.

Surat pernyataan pengunduran diri sebagai pengurus DPD PAN Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng disampaikan Ketua DPD PAN, Muhammad Yamin Amur. Muhammad Yamin dan para pengurus menanggalkan satu persatu baju partai, menurunkan bendera partai, dan membongkar papan pengurus DPD di depan Kantor DPD PAN Jalan Panunjung Tarung, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

“Hari ini kami pengurus DPD dan DPC PAN di KAbupaten Pulang Pisau menyerahkan surat pengunduran diri ke DPW PAN Kalteng,” kata Ketua DPD PAN, Muhammad Yamin Amur kepada wartawan.

Muhammad Yamin Amur mengatakan, pengunduran diri para pengurus DPD PAN Kabupaten Pulang Pisau tersebut bentuk kekecewaan terhadap pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN yang menjatuhkan pilihan kepada pasangan Bakal Calon (Paslon) Bupati Edy Pratiwi dan Wakil Bupati Pudjirustat Narang di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2018.

“Aksi protes ini bentuk kekecewaan pengurus DPD Pulang Pisau kepada pengurus DPW PAN di Palangkaraya karena kami menilai pengurus tidak konsisten. Mereka membuka kembali pendaftaran peserta pilkada bupati dan wakil bupati walaupun kami sudah menyerahkan rekomendasi pasangan kandidat,” kata Muhammad Yamin Amur, Sabtu,  (13/1/2018).

Dia mengatakan, pihak DPD PAN sebelumnya telah menjalankan amanah DPW untuk menjaring bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilbup Pulang Pisau. Setelah pendaftaran dibuka, hanya satu pasangan yang mendaftar sebagai bakal calon bupati, yakni H Idham Amur.

Pada bulan itu juga kami tutup pendaftaran, tapi ternyata DPW membuka pendaftaran kepada pasangan lain. Di situ kami mulai kecewa kepada DPW. Dalam penyerahan surat keputusan (SK) dukungan bupati dan wakil bupati Pulang Pisau, kami juga tidak dilibatkan. Karena itu, kami merasa tidak dihargai oleh DPW Kalteng,” ujarnya. (*).

 

 

 

 

Sumber Dekrit.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top