
Bandarlampung, Lampungnews.com – 60 perwakilan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadus Sholihin, Kota Baru, Bandarlampung, akan berangkat ke Jakarta untuk mendukung aksi 112 akan berlangsung pada Sabtu (11/2) mendatang.
Menurut mereka, aksi tersebut masih dengan tuntutan sama, meminta mantan Gebernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dipenjarakan terkait penghinaan surat Al-Maidah ayat 51.
Selain itu juga, aksi dukung 112 akan menyuarakan terkait tindakan Ahok yang dinilai arogan terhadap Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin. (Baca: Beneran Mau Ikut Aksi 112?)
“Jangan hanya gara-gara satu Ahok, negara ini bisa hancur. Tindak dengan tegas, jangan pandang bulu. Saya berharap aksi 112 berjalan damai, tenteram dan tidak terpecah belah seperti aksi damai sebelumnya,” kata Ketua Yayasan Pompes Riyadhus Sholihin, di Jalan Dr Harun II, Gang Agus Salim, Kota Baru, Bandarlampung, Jum’at (10/2).
Kordinator Lapangan (Korlap), Rahmat Hidayat, menjelaskan, keberangkatan mereka ke Jakarta, Jum’at sore ini dengan titik kumpul di Majelis Pahoman, atas panggilan hati bukan karena kepentingan politik.
“Kita memenuhi panggilan hati, dan terkait biaya itu kita dapatkan dengan cara iuran dari kawan -kawan yang berangkat maupun tidak berangkat,” tuturnya.
Lantas bagaimana pendapat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai aksi 112?
“Atas nama Rais Aam PBNU, saya instruksikan warga NU tidak turun aksi 112,” tegas Kiai Ma’ruf seperti dilansir situs resmi PBNU, NU Online, Rabu (8/2).
Saat Silaturahim dan Dialog Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan Syuriah PCNU se-Banten, di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Kiai Ma’ruf yang mengaku sudah memaafkan Ahok itu mendukung imbauan Kapolda Banten, Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo agar masyarakat Banten tidak ikut aksi 112.
Lantas bagaimana dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto?
Seperti dilansir Kompas.Com, pada Kamis (9/2), Wiranto bertemu pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.
Rizieq didampingi Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir dan tokoh lain guna memaparkan apa yang akan dilaksanakan mereka di pusat Jakarta pada 11 Februari 2017 mendatang.
Dalam pertemuan berlangsung itu, Rizieq dan kawan-kawan menjelaskan kepada Wiranto bahwa GNPF-MUI tidak jadi menggelar long march empat hari menjelang Pilkada serentak itu.
Sejumlah ormas Islam itu akan mengarahkan massa mereka menggelar Shalat Subuh bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan tausiah untuk negeri supaya tidak terjebak dalam urusan politik.
.
“Tamu yang datang ke rumah saya ini teman-teman lama. Utamanya Habib Rizieq,” ujar Wiranto seusai pertemuan.
Wiranto merasa bahwa penjelasan Rizieq dan kawan-kawan sangat jelas bahwa aksi itu merupakan aksi damai.(Adam/Tim)