Tarian Sego-segoan menceritakan kebersamaan, keceriaan, canda tawa, sportivitas anak-anak yang terangkum dalam sebuah permainan. (Lampungnews/El Shinta)
Bandarlampung, Lampungnews.com – Sebelum pesatnya kemajuan teknologi, dulu permainan anak menjadi raja tersendiri di kalangannya yang kini mulai ditinggalkan. Tak ada lagi anak-anak yang berkumpul di lapangan pada sore hari hanya untuk sekedar berkumpul memainkan berbagai macam permainan warisan turun temurun.
Tarian Sego-segoan menceritakan kebersamaan, keceriaan, canda tawa, sportivitas anak-anak yang terangkum dalam sebuah permainan. (Lampungnews/El Shinta)
Cukut Kekhiuk merupakan permainan anak-anak pada sore hari setelah hujan reda. Permainan ini sangat sulit ditemukan baik di desa maupun di kota. (Lampungnews/El Shinta)
Namun, dari gerakan lincah penari-penari ini tercipta berbagai macam permainan masa kecil yang sudah jarang ditemukan. Seperti petak umpet dan enggrang yang dikemas dalam harmoni penari dan lagu khas Lampung.
Cukut Kekhiuk merupakan permainan anak-anak pada sore hari setelah hujan reda. Permainan ini sangat sulit ditemukan baik di desa maupun di kota. (Lampungnews/El Shinta)
Tarian Undak-undakan, yakni permainan petak umpet yang dibawakan para penari cilik dalam gerakan tarian lincah dan ceria ciri khas anak-anak. (Lampungnews/El Shinta)
Dari empat sanggar yang berpartisipasi yakni Sasana Budaya, Kampoeng Budaya, Kerti Buana, dan Dance Kingdom, Teater Tertutup Taman Budaya Lampung disulap menjadi arena permainan untuk bernostalgia atau membangkitkan semangat tari kreasi berbau adat khas Lampung. (El Shinta)