
Bandarlampung, Lampungnews.com – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung menilai ditolaknya sosialisasi panji Rasulullah oleh masyarakat menggambarkan rendahnya pemahaman atau pengetahuan umat akan Islam adalah salah satu persoalan besar yang dihadapi oleh umat sekarang ini.
“Alih-alih mau berjuang bersama, yang terjadi sikap umat justru sebaliknya. Sesuatu hal yang seharusnya dijauhi malah didekati, mestinya ditinggalkan justru malah dikerjakan. Atau mestinya dibela malah dicerca. Mestinya dicintai, termasuk terhadap panji Rasulullah malah dihina,” kata Humas HTI Lampung Hamam Abdullah, saat konferensi pers di PKOR Wayhalim, Minggu (16/4)
Hamam menambahkan, kegiatan yang dilakukan oleh HTI Lampung ini juga dilakukan oleh HTI diseluruh provinsi di Indonesia selama April 2017 ini. Sosialisasi Panji Rasulullah dilakukan bertepatan pada bulan Rajab 1438 H.
Sebagai medium untuk lebih mengenalkan simbol-simbol islam, dalam hal ini al Liwa dan ar Raya atau Panji Rasulullah bersama ide besar syariah dan khilafah, karena antara al Liwa dan ar Raya dengan syariah dan khilafah tidaklah dapat dipisahkan.
“Al Liwa dan ar Raya di masa lalu menjadi simbol keberadaan atau eksistensi khilafah dan persatuan umat. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini tak lain agar simbol-simbol dan ide-ide utama semakin dikenal secara luas oleh masyarakat. Selanjutnya bisa dipahami, diterima dan diamalkan serta diperjuangkan sebagai jalan kebangkitan umat menuju terwujudnya islam rahmatan lilalamin,” jelasnya.
Menurutnya, ar Raya adalah panji Rasulullah, berwarna hitam, bertuliskan La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah dengan warna putih. Sedangkan bendera liwa nya berwarna putih dengan tulisan berwarna hitam.
“Liwa dan ar Raya adalah simbol eksistensi Islam baik disaat damai maupun perang. Sedemikian penting simbol itu, sehingga para sahabat mempertahankannya dengan taruhan nyawa. Saat terjadi dalam perang Mu’tah, sebuaj perang besar yang memperhadapkan antara pasukan Islam dan Romawi. Dalam perang itu, tiga sahabat yang mulia gugur,” ujarnya. (Adam)
Om LampungNews, beritanya kok aneh ya????
Masyarakat yang mana yang nolak ya?
itu 3000 orang lebih ikut tabligh akbarnya santai2 aja. jadi mana yg nolak?
dan kata kata:
“Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung menilai ditolaknya sosialisasi panji Rasulullah oleh masyarakat menggambarkan rendahnya pemahaman atau pengetahuan umat akan Islam adalah salah satu persoalan besar yang dihadapi oleh umat sekarang ini.”
Saya orang yg nongkrongin konferensi persnya tidak mendengar sama sekali HTI bilang begitu.
hati2 pak wartawan kalo nulis berita.