
Gebyar Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)…Pekon Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten
Pringsewu
Bandarlampung, Lampungnews.com – Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu mendeklarasikan diri Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), hal ini terselenggara berkat kerjasama dengan SNV dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (18/5).
Country Director SNV Indonesia, Ismene Stalpers, di Pagelaran, Pringsewu, Kamis (18/5), mengatakan kecamatan Pagelaran telah mencapai capaian yang luar biasa, saat ini hendak mencapai stop ‘open defecation free’ (ODF) atau buang air besar sembarangan (BABS).
“Ada harapan saya desa ini memotivasi dan menjadi pacuan stop BABS tahun 2019 meski belum menjadi salah satu pemecahan masalah Sanitasi karena hanya satu dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” kata dia, saat menghadiri acara deklarasi Stop BABS tersebut.
Sementara Imran Agus Nurali, Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI mengatakan Kabupaten Pagelaran telah mencapai 100 persen stop deklarasi BABS.
“Jadi STBM dengan lima pilar, pilar paling utama adalah stop BABS, adalagi perilaku yang harus dibiasakan yakni cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga hingga pengelolaan limbah cair rumah tangga,” tambahnya.
Sementara Asisten I bidang Pemerintahan Kabupaten Pringsewu, Zuhairi meminta negara hadir disetiap kesulitan masyarakat, rakyatnya naik tingkat kesejahteraannya dari sektor kesehatan jika tidak dilaksanakan maka menyebabkan sejumlah penyakit seperti diare dan pertumbuhan anak lebih pendek.
“Bisa lebih pendek, lebih bontot, otaknya kurang cerdas. Kalau bisa seperti Pak Habibie, walau tidak tinggi tapi otaknya cerdas,” kata dia. (Davit)
Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Kecamatan Pagelaran dan
Gebyar Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)…Pekon Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten
Pringsewu