
Lampung Timur, Lampungnews.com – Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Justianto mengatakan populasi badak di Indonesia mulai langka hanya tersisa 57 sampai 60 ekor untuk badak Jawa dan 100 ekor untuk badak Sumatera.
Kemudian, di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur hanya tinggal 7 ekor sehingga pemerintah berupaya melakukan perlindungan untuk kelestariannya.
Namun, kata dia, saat populasi badak langka, tepat satu tahun yang lalu Suaka Rhino Sumatera (SRS) Way Kambas lahir lagi seekor badak yang diberi nama Delilah. Oleh karena itu pemerintah harus mampu memberikan perlindungan, dan menjadikan SRS ini, tempat terbaik untuk populasi badak di Lampung.
Badak Sumatera Delilah hasil perkawinan pasangan badak Andalas dan Ratu di Suaka Rhino Sumatera ( SRS) Taman Nasional Way Kambas ( TNWK) hari ini genap berusia 1 (satu tahun).
Nama Delalilah diberikan langsung oleh Presiden Jokowi dan menjadi perhatian dunia internasional, karena Indonesia menjadi tumpuan harapan untuk perkembangbiakan badak Sumatera.
Lihat juga : Populasi Badak Bertambah, SRS Way Kambas Akan Diperluas
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto menuturkan SRS TWNK berhasil mengembangbiakan 2 ekor badak Sumatera dalam kurun waktu 2 tahun.
“Pada tahun 2012 kelahiran Andatu dan kelahiran Delilah tahun 2016 dengan kelahiran alami,” katanya..
SRS ini, lanjutnya, merupakan penangkaran secara in-situ di habitat alaminya, dan keberhasilan ini prestasi membanggakan bangsa Indonesia.
“Seluruh elemen masyarakat agar mampu memberikan peran dalam pelestarian badak, agar populasi mereka yang hampir punah ini mampu kita jaga,”tuturnya. (Rls)