
Bandarlampung, Lampungnews.com – Meskipun menjambret, Heriadi (23) mengaku memilih korbannya. Dia tidak mau merampas tas yang diselempangkan di bahu oleh korban.
“Kalau yang diselempangi tasnya, takut jatuh korbannya, kasian. Jadi saya ambil yang di dasbor saja,” katanya, di Mapolresta Bandarlampung, Senin (5/6).
Dalam satu bulan, Heriadi melancarkan aksinya sebanyak satu kali. Ia juga mengaku bahwa ia sudah melakukan aksinya sebanyak delapan kali di wilayah Kota Bandarlampung.
“Saya jambret satu bulan satu kali. Kebanyakan saya melakukannya di fly over Antasari dan Pahoman. Seterusnya saya melakukannya di Kemiling dan terakhir di depan mall bumi kedaton,” paparnya.
Ia menambahkan, dirinya nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran penghasilannya sebagai buruh makanan ringan tidak mencukupi untuk anak istrinya.
“Saya melalakukannya hanya untuk makan anak istri saya, tidak lebih. Dalam delapan kali jambret, saya baru dapat empat kali dan yang terakhir jambret saya ditangkap polisi. Dari hasil jambret, paling besar uang yang saya dapat sebesar Rp300 ribu,” terangnya. (Adam)