
Korčula, Lampungnews.com – Riuh tepuk tangan membahana ketika para penikmat film memberikan apresiasi yang tinggi terhadap film “The Mirror Never Lies” (Karena Cermin Tak Pernah Berdusta) karya Sutradara Kamila Andini yang diputar pada Festival Internasional Marco Polo di Summer Cinema Kota Korcula, Sabtu (26/8/17). Festival internasional yang melibatkan negara-negara yang berada di Jalur Sutra ini digagas oleh Direktur Marco Polo Institut, Igor Prizmic.
Acara ini ini dihadiri pula oleh Walikota Korcula, Andrija Fabris, 10 orang Duta Besar dari negara peserta festival yaitu Indonesia, Azerbaijan, Bulgaria, India, Iran, Kazakhstan, Korea Selatan, Kroasia, Turki, Qatar dan Dubes Belgia sebagai tamu undangan. Selain itu, hadir pula Direktur Utama Croatian Tourism Board dan pejabat dari Kantor Presiden Kroasia, Ibu Kolinda Grabar-Kitarović.
Festival ini diselenggarakan selama sepekan dari tanggal 23-27 Agustus 2017 di Kota Korčula yang merupakan tempat kelahiran penjelajah dunia Marco Polo dan diyakini sebagai titik awal perjalanan Marco Polo. Dalam ekspedisinya, Marco Polo pernah singgah di Pulau Sumatera selama 5 bulan di tengah perjalanannya mengantar putri dari Mongolia.
Dengan mengusung tema “Marco Polo Film Festival: Silk Road – the Path of Dialogue” penyelenggara berharap agar festival yang baru diadakan untuk kedua kalinya ini dapat menjadi ajang untuk mempromosikan kekayaan dan keanekaragaman budaya negara-negara di Jalur Sutra agar lebih dikenal oleh masyarakat Kroasia dan internasional melaui film ini.
Dubes RI untuk Kroasia Komjen Pol Sjachroedin ZP, menjelaskan bahwa Indonesia menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Festival Marco Polo ini mengingat apa yang Marco Polo pernah lakukan dalam ekspedisinya, yaitu mengamati dan menghargai perbedaan budaya, kebiasaan, masyarakat, negara, dan alam, dapat memberikan inspirasi untuk menghadapi perkembangan dunia.
“Keikutsertaan Indonesia yang diwakili oleh Film “The Mirror Never Lies” dalam festival adalah bukti bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam mempromosikan dialog antar negara-negara Jalur Sutra demi terciptanya perdamaian dan kemakmuran bersama”, kata dia.
Selain itu, penayangan film The Mirror Never Lies adalah murni pilihan dari pihak penyelenggara, mengingat festival tahun ini digelar untuk mempromosikan dialog demi terciptanya perdamaian, demikian disampaikan Marisa, Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Zagreb.

“Film ini kami peroleh langsung dari Pusbang Film Indonesia. Selain sudah dilengkapi dengan teks bahasa Inggris, hak siarnya juga masih aktif”, jelasnya.
Selama film ditayangkan, tawa penonton seringkali kali pecah saat melihat tingkah lucu tokoh anak-anak dalam film ini seperti Lumo dan Pakis. Dengan setting kehidupan masyarakat Suku Bajo. Film ini mampu membuat para penonton terkesima dengan keunikan dan keindahan panorama Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara dengan taman lautnya yang biru-jernih serta ratusan spesies karang menawan.
Pada akhir penanyangan film, KBRI Zagreb telah menyiapkan jajanan khas Indonesia yaitu dadar gulung, bakwan sayur, dan air kelapa gula merah yang segar. Para penonton rela mengantri demi mencicipi jajanan tersebut.
Tidak sedikit penonton yang melontarkan berbagai pertanyaan tentang film yang baru saja mereka tonton, seperti kebiasaan memakai bedak putih pada wanita Bajo. Penonton juga banyak bertanya tentang jajanan Indonesia yang sedang dinikmati.
Bahkan penonton ada yang mencatat nama-nama jajanan tersebut untuk mendapatkan resepnya di internet. Menurut Stjepan jajanan tersebut sangat enak meskipun ia dan keluarganya baru pertama kali mencicipinya. Sri Ulina, staf KBRI menjelaskan bahwa semua bahan makanan yang disajikan sangat mudah untuk ditemukan di pasar lokal di Korčula.
Disela-sela kegiatan Festival Marco Polo, Dubes RI didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Zagreb, Truly Sjachroedin ZP, memanfaatkan kunjungan ke Kota Korčula untuk bersilaturahim dengan WNI yang tinggal di wilayah ini.
Reka, seorang WNI yang ditemui oleh Dubes RI mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Saya kaget sekali Bapak Dubes dan Ibu Ketua DWP mau jauh-jauh datang kemari”. Bagi Dubes Sjachroedin ZP, silaturahim ini merupakan kunjungan balasan bagi keluarga Reka yang telah menyempatkan diri untuk hadir pada upacara Hari Kemerdekaan RI ke-72 tanggal 17 Agustus 2017 lalu di KBRI Zagreb.
Demi ikut upacara ia harus menempuh perjalanan sekitar 600 KM perjalan darat ditambah dua kali penyeberangan menggunakan kapal Ferry.
“WNI yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi begini perlu mendapatkan perhatian khusus”, Kata Sjachroedin. (*)