
Bandarlampung, Lampungnews.com – Pusat Komunikasi Publik (Puskom Publik) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) mengunjungi PT Daya Radar Utama (PT DRU) Unit Lampung di Jalan Soekarno Hatta, Rabu (29/11).
Kunjungan dengan jumlah puluhan orang dari Mabes TNI itu bertujuan untuk mengetahui kemampuan industri pembuatan kapal yang ada di Provinsi Lampung itu.
Kepala Pusat Komunikasi Publik (Puskom Publik) Kemhan RI Brigjen TNI Totok Sugiarto mengatakan, selain untuk mengetahui kemampuan sampai dimana industri pembuatan kapal itu pihaknya beserta rombongan datang untuk memperoleh secara langsung informasi atau tentang kemampuan alat pertahanan salah satunya dibidang galangan kapal diseluruh Indinesia.
“Ini adalah yang kedua kalinya kami (Menhan) meminta dibuatkan oleh perusahaan galangan kapal yakni PT DRU yang ada di Lampung. Perusahaan kapal yang ada di Lampung ini juga telah mendukung program guna mendukung pembangunan kekuatan di Indonesia,” terangnya, Rabu (29/11).
Ia menambahkan, PT DRU telah menciptakan kapal yang digunakan TNI dengan jumlah yang lumayan banyak. Untuk kapal yang telah dihasilkan dari berbagai jenis berjumlah 100 dengan komponen dari dalam negeri dan dirancang langsung oleh ahli Indonesia.
“Kedua kalinya ini permintaan Kemhan yang diperuntukan TNI AL maupun TNI AD. Rincian kedua kalinya ini empat kapal yang sedang dalam proses, satu kapal untuk Kemhan dan tiga kapal untuk TNI AL dan TNI AD. Kapal itu nantinya digunakan untuk mengangkut teng dari yang besar hingga kecil,” jelasnya.
Terpisah, Managing Director PT DRU Wardiyono Suwaryo menjelaskan perusahaan yang ia pimpin saat ini merupakan satu dari tiga PT DRU. PT DRU cabang Unit Lampung ini berdiri sejak tahun 1972 dengan lokasi Tj Priok-Jakarta.
“Dengan adanya kerja sama antara PT DRU dan Kemhan kami siap mendukung kebijakan stategis nasional, pembangunan daerah, kemandirian bangsa dan lapangan kerja,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, harapan dari PT DRU adalah dapat memiliki daya saing yang tinggi, dipercaya membangun alutsista TNI jenis combatan, menjadi industri maritim nasional yang profesional dan modern serta mendukung program pembangunan pemerintah.
“Kami siap mendukung, namun sejauh ini perusahaan swasta hanya bisa membuat bahan baku alutsista. Sedangkan yang membuat alutsista adalah perusahaan BUMN. Karena swasta tidak boleh melanggar undang undang, jadi merasa sulit untuk mewujudkan kombatan. Kami jiga berterima kasih atas kepercayaan Kemhan kepada kami,” ungkapnya. (Adam)