
Bandarlampung, Lampungnews.com – Kegiatan ‘ekstrakulikuler’ siswa SMP ini tak patut dicontoh, selain merugikan orang lain juga masuk ranah pidana. Hanya karena merasa uang jajannya kurang, IR (14) nekat menjambret setiap pulang sekolah.
IR ditangkap saat beraksi bersama temanya yang sudah putus sekolah, RA (16) di Jalan Laksamana Malahayati, Telukbetung, Rabu (9/11) malam. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung C mengatakan, dua tersangka tersebut sudah melakukan aksinya sebanyak enam tempat kejadian perkara (TKP). Terakhir kedua tersangka melakukan aksinya di wilayah Bundaran Tugu Adipura.
“Dua TKP di wilayah PKOR Jalan Sultan Agung, Fly Over Sultan Agung, Tanjungkarang, Telukbetung dan Bundaran Tugu Adipura,” terangnya, Jumat (10/11).
Harto menambahkan, sasaran mereka kebanyakan perempuan yang pulang dimalam hari dengan kondisi tas diletakan dibagian depan motor. Sedangkan modus dari mereka dengan cara berkeliling mencari sasarannya.
“Setelah mereka mendapatkan sasarannya, mereka memepetnya dan menarik paksa tas korbannya yang ada dibagian depan motor,” jelasnya.
Pelaku juga kata Harto, tidak segan-segan melukai korbannya dalam setiap melakukan aksinya. Sebab, kedua tersangka membawa senjata tajam jenis golok setiap beraksi. “Goloknya disimpan di pinggang mereka, jadi kalau korban melawan mereka tidak segan-segan melukainya,” ujarnya.
IR mengaku dirinya melakukan aksi itu diajak oleh RA. Ia melakukan perbuatannya itu, lantaran uang yang diberi orang tuanya tidak cukup. “Saya sekolahnya siang, jadi paginya jambret. Saya juga dikasih sama orang tua uang cuma gak cukup. Makanya saya ikut jambret,” katanya. (Adam)