
Jakarta, Bandarlampungnews.com – Sekretaris Dewan Kehormatan Golkar Priyo Budi Santoso menantang Plt Ketua Umum Golkar Airlangga Pribadi dan menyatakan maju sebagai calon Ketum Golkar pada Munaslub Golkar yang akan digelar pada 19 Desember 2017.
Ia meminta Munaslub memberi kesempatan kepada dirinya mencalonkan diri sebagai calon Ketum Golkar.
“Saya mohon izin maju sebagai calon Ketua Umum,” ujar Priyo seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (15/12).
Priyo mengatakan, niatnya maju sebagai calon Ketum Golkar didasari oleh dorongan nurani dan aspirasi yang berkembang. Ia mengklaim, banyak pihak yang memintanya maju sebagai Caketum Golkar bersaing dengan Airlangga Hartarto.
Lewat pencalonannya itu, Priyo berharap Munaslub tidak secara sepihak menetapkan Airlangga sebagai Ketum Golkar secara aklamasi meski telah terpilih dalam rapat pleno.
Menurutnya, proses aklamasi akan menghilangkan mekanisme demokrasi yang ada di Golkar dan bertentangan dengan aturan hukum.
“Apakah aklamasi harus dipaksakan lewat jalan pintas seperti ini, hanya rapat pleno DPP? Rapimnas dan Munaslub hanya tinggal pengesahan,” ujarnya.
Priyo sepakat, Airlangga merupakan tokoh yang layak memimpin Golkar. Namun, proses terpilihnya Airlangga harus berjalan sesuai dengan kultur yang berlaku di Golkar.
Ia berkata, pemilihan Airlangga harus dilaksanakan secara demokratis agar hak seluruh kader yang hendak menjadi Ketum Golkar tidak terabaikan.
“Perlakukan semuanya dengan adil. Tidak perlu ada penghalangan atau cara-cara berlebihan. Dan setelah itu semua, siapapun yang terpilih punya legitimasi yang kuat, dihormati, dan dipatuhi,” ujarnya.
Lebih dari itu, Priyo menegaskan, tidak memermasalahkan jika nantinya Airlangga terpilih sebagai Ketum Golkar dalam Munaslub.
Ia beralasan, langkahnya maju sebagai pesaing Airlangga merupakan bentuk upaya menjaga demokrasi di Golkar.
“Saya tahu pak Airlangga difavoritkan dan konon kuat. Tapi ini bukan soal menang atau kalah, tapi membangun nilai-nilai dan pertahankan tradisi demokrasi serta kontestasi yang sehat untuk Golkar yang hebat dan berjaya,” ujar Priyo. (*)