
Bandarlampung, Lampungnews.com —
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menentukan parpol yang bakal bertarung di Pemilu 2019. Berdasarkan Survei LSI Denny JA, partai banteng ini kokoh dengan persentase sebesar 21,7 persen.
Namun di balik keperkasaan PDIP, masyarakat bisa saja berubah haluan berdasarkan isu yang menyerang partai naungan Megawati Soekarnoputri ini.
Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah disebutkannya Puan Maharani dan Pramono Anung dalam skandal korupsi e-KTP.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 28 April- 5 Mei 2018, isu tersebut cukup mempengaruhi masyarakat dalam memilih PDIP.
“Jika masyarakat dikaitkan dengan isu tersebut, 10,7 persen tidak akan memilih PDIP, sedangkan masyarakat yang menjawab tidak tahu ada 12,3 persen,” kata Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/5/2018).
Di sisi lain, sebanyak 77 persen responden tak akan berpaling dari partai yang berdiri sejak 10 Januari 1998 itu.
“Masih ada 11 bulan menuju Pemilu Serentak di 2019. Dengan rentang waktu tersebut, tentu hasil ini bisa saja berubah,” jelasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan survei, ada tiga partai politik yang berpeluang besar memenangi pemilu 2019. Selain PDIP, dua partai lain adalah Golkar dan Gerindra. Golkar sendiri mendapat suara sebesar 15,3 persen sedangkan Gerindra 14,7 persen.(*)
Sumber : Kricom.id