
Bandarlampung, Lampungnews.com – Bambu Kuning Square awalnya dibangun untuk mengimbangi sesaknya geliat ekonomi di Pasar Bambu Kuning yang terletak di Jalan Imam Bonjol. Namun nyatanya, gedung bertingkat di Jalan Kota Raja, Tanjungkarang Pusat, dekat Stasiun Besar Kereta Api Tanjung Karang ini, justru nasibnya seperti rumah hantu.

Julukan itu nampaknya bukan sekedar isapan jempol belaka. Tengok saja langsung ke lokasi. Selain lokasinya yang memang agak menjorok ke dalam, pemandangan sepi langsung terlihat dari pelataran parkirnya.

Nama Bambu Kuning Square pun tertutup banner besar yang bertuliskan Pasar Wisata UKM Center Gunung Sari. Pintu utama bangunan tersebut hanya menyisakan ruang sekitar 10 sentimeter untuk akses masuk.

Begitu menginjakkan kaki ke dalam, jangan berharap sapaan para pedagang akan menghampiri. Hening dan gelap akan begitu kentara di sana. Dari 268 kios yang tersedia, kini semua nyaris tertutup.

Para pedagang seperti pakaian, aksesoris, dan kebutuhan lainnya terpaksa hengkang dari gedung milik Pemerintah Provinsi Lampung sejak tahun 2009 itu.

Uniknya, ballroom utama yang sebelumnya dijadikan sentral batu cincin yang sempat membooming itu sekarang beralih fungsi menjadi lapangan badminton. Jika sebelumnya, masih ditemui dua kios pedagang makanan, kini pemandangan itu tak ada. (El Shinta)